Studi Komparasi Kinerja Single Dan Double Series Cobalt Electrode Untuk Analisa Fosfat Secara Flow Injection Potentiometry
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Penggunaan elektroda kobalt dalam sistem flow injection potentiometry
memungkinkan proses pengukuran fosfat secara sederhana, cepat, dan ekonomis.
Elektroda kobalt selektif terhadap fosfat dengan mekanisme responnya terjadi
melalui tahap oksidasi kobalt dan pembentukan lapisan tipis kobalt fosfat pada
permukaan elektroda sehingga terjadi perbedaan potensial. Elektroda kobalt
sebagian besar memiliki sensitivitas yang bervariasi dalam rentang kisaran -39
sampai -47 mV/dekade. Sensitivitas pengukuran potensiometri dapat ditingkatkan
dengan menambah jumlah elektroda kobalt.
Pengaruh jumlah elektroda kobalt yaitu single cobalt electrode dan double
series cobalt electrode dikaji lebih lanjut dalam penelitian ini. Pengukuran kinerja
elektroda dilakukan dalam sistem flow injection potentiometry dengan kondisi
pengukuran menggunakan larutan ISA KHP 0,003M pH 4 sebagai carrier, laju alir
2 mL/menit, serta volume injeksi 100 μL. Pengujian elektroda dilakukan
menggunakan larutan standar fosfat variasi konsentrasi 1 × 10-5M, 5 × 10-5 M, 1 ×
10-4M, 5 × 10-4M, 1 × 10-3M, dan 5 × 10-3M untuk membuat kurva kalibrasi
hubungan antara beda potensial dan log konsentrasi fosfat. Berdasarkan kurva
kalibrasi diperoleh kinerja elektroda berupa Persamaan Nernst, linearitas,
sensitivitas, daerah kerja, limit deteksi, dan presisi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran menggunakan single cobalt
electrode memiliki sensitivitas yang baik, yaitu sebesar -57,808 ± 2,43 mV/dekade.
Sensitivitas potensiometri dalam pengukuran fosfat telah berhasil ditingkatkan
dengan menerapkan dua elektroda kobalt dengan dua elektroda referensi Ag/AgCl
yang terhubung secara seri. Penggunaan double series cobalt electrode dalam
analisa fosfat terbukti dua kali lipat lebih sensitif dibandingkan single cobalt
electrode yaitu sebesar -121,357 ± 4,32 mV/dekade. Sensitivitas sistem double
series cobalt electrode meningkat karena total potensial yang terbaca merupakan
potensial dari masing-masing sel, sehingga respon digabungkan dan diperoleh
potensial hingga dua kali lipat. Hal ini juga didukung oleh nilai konstanta potensial
pada Persamaan Nernst yang meningkat dimana pada single cobalt electrode
sebesar -298,58 mV, dan mengalami kenaikan pada double series cobalt electrode
sebesar -645,27 mV.
Perbandingan lain dari kinerja single dan double series cobalt electrode
seperti linearitas, daerah kerja, limit deteksi, dan presisi pengukuran juga diperoleh
melalui kurva kalibrasi. Hasil penelitian menunjukkan pengukuran dengan
menggunakan double series cobalt electrode diperoleh linearitas yang relatif lebih
baik yaitu 0,994 jika dibandingkan dengan single cobalt electrode sebesar 0,9878.
Sementara daerah kerja untuk kedua elektroda yaitu sama dimana dari pengukuran
larutan standar fosfat diperoleh linear pada konsentrasi 1 × 10-5M - 1 × 10-3M. Limit
deteksi dari double series cobalt electrode relatif lebih baik karena diperoleh nilai
yang lebih kecil yaitu 4,83 × 10-6 M, sementara pada single cobalt electrode
diperoleh 6,89 × 10-6 M. Tingkat ketelitian pengukuran atau presisi dari single
cobalt electrode relatif lebih baik karena diperoleh nilai RSD yang lebih kecil,
dengan nilai RSD rata-rata 2,75%, dan 3,19% untuk masing-masing single cobalt
electrode dan doubles series cobalt electrode.
Description
Reupload Repositori File 23 Februari 2026_Kholif Basri
