Gambaran Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Mebel di Kelurahan Bukir Kota Pasuruan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Permasalahan kesehatan kerja masih menjadi isu penting di Indonesia,
terutama pada pekerja sektor informal yang memiliki keterbatasan dalam penerapan
keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Salah satu gangguan kesehatan yang sering
dialami pekerja adalah Musculoskeletal Disorders (MSDs), yaitu keluhan pada
sistem otot, sendi, tendon, ligamen, dan saraf akibat aktivitas kerja. Pekerja mebel
termasuk kelompok yang berisiko tinggi mengalami MSDs karena aktivitas
kerjanya melibatkan pengangkatan beban, gerakan berulang, postur kerja yang
tidak ergonomis, serta pekerjaan manual dalam waktu yang lama. Kondisi tersebut
dapat menyebabkan nyeri, kekakuan otot, penurunan produktivitas, hingga
menurunkan kualitas hidup pekerja.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pekerja mebel
serta menggambarkan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja
mebel di Kelurahan Bukir Kota Pasuruan. Penelitian menggunakan desain
deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah sekitar
144 pekerja mebel, sedangkan jumlah responden yang memenuhi kriteria sebanyak
106 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner karakteristik responden dan
instrumen Nordic Body Map (NBM) yang digunakan untuk mengidentifikasi
tingkat keluhan MSDs pada 28 bagian tubuh. Data dianalisis secara deskriptif dan
disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden berjenis kelamin
laki-laki (100%). Sebagian besar responden berada pada kelompok usia 18–59
tahun (83%), merupakan perokok aktif setiap hari (83%), tidak mengonsumsi
alkohol (100%), mengonsumsi buah tiga kali dalam seminggu (42,5%), serta
mengonsumsi sayur setiap hari (81,1%). Dari karakteristik pekerjaan, mayoritas
responden memiliki masa kerja lebih dari 10 tahun (91,5%), bekerja selama ≤8 jam
per hari (84,9%), dan mengangkat beban lebih dari 18 kg (85,8%). Berdasarkan
hasil pengukuran menggunakan Nordic Body Map (NBM), keluhan MSDs paling
banyak dirasakan pada kategori sangat sakit di bagian pinggul (50,9%), paha kiri
(50,0%), leher bagian atas (47,2%), bahu kanan (47,2%), bahu kiri (45,3%),
pergelangan tangan kanan (45,3%), punggung bagian atas (43,4%), punggung
bagian tengah (41,5%), paha kanan (42,5%), dan lutut kanan (42,5%).
Pembahasan penelitian menunjukkan bahwa tingginya keluhan pada leher,
bahu, punggung, pinggul, paha, pergelangan tangan, dan lutut berkaitan dengan
karakteristik pekerjaan mebel yang didominasi aktivitas manual, pengangkatan
beban, gerakan berulang, dan postur kerja yang kurang ergonomis. Faktor individu
seperti usia, masa kerja, durasi kerja, kebiasaan merokok, serta beban kerja juga
diduga turut berkontribusi terhadap munculnya keluhan MSDs. Dalam perspektif
Occupational Health Nursing (OHN), hasil penelitian ini menunjukkan perlunya
upaya promotif dan preventif secara berkesinambungan. Perawat memiliki peran
sebagai educator dalam memberikan edukasi mengenai ergonomi kerja, teknik
manual handling yang benar, latihan peregangan (workplace stretching exercise),
pentingnya istirahat yang cukup, serta penerapan pola hidup sehat. Selain itu,
perawat dapat bekerja sama dengan pemilik usaha mebel, puskesmas, dan dinas
kesehatan untuk menyelenggarakan skrining kesehatan berkala serta program
kesehatan kerja bagi pekerja sektor informal.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pekerja mebel di Kelurahan Bukir Kota
Pasuruan didominasi oleh pekerja laki-laki usia produktif dengan masa kerja yang
panjang dan beban kerja fisik yang tinggi. Keluhan Musculoskeletal Disorders
(MSDs) paling banyak ditemukan pada bagian pinggul, paha, leher, bahu,
punggung, pergelangan tangan, dan lutut, yang sesuai dengan karakteristik
pekerjaan mebel. Oleh karena itu, penerapan ergonomi, promosi kesehatan kerja,
pemeriksaan kesehatan berkala, dan latihan peregangan secara rutin perlu
ditingkatkan untuk menurunkan risiko MSDs serta mempertahankan produktivitas
pekerja.
Description
Validasi file repositori 4 Agustus 2026_Firli
