Jalur Trem Krian Ploso Pada Masa Kolonial Belanda Tahun 1910 - 1942
| dc.contributor.author | Riana Dea Marita | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-29T00:53:37Z | |
| dc.date.issued | 2026-07-14 | |
| dc.description | Validasi dan Finalisasi Repositori File 29 Juli 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat di Pulau Jawa mengakibatkan adanya kebutuhan pembangunan insfrastruktur yang seimbang, salah satunya adalah sarana transportasi baik untuk akses jalannya maupun untuk moda transportasinya. Perkebunan yang pada umumnya berada di daerah pedalaman, sehingga pengangkutan hasil panennya menuju pelabuhan menjadi cukup jauh. Hal inilah yang kemudian semakin mendesak pemerintah Hindia Belanda untuk segera membangun fasilitas yang mendukung untuk pengangkutan barang maupun manusianya sendiri agar lebih mudah menjagkau daerah satu dengan daerah lainnya. Sejalan dengan dibangunnya fasilitas untuk memudahkan mobilitas barang dan manusia, maka semakin meningkat pula keadaan ekonomi pada saat. Hasil panen perkebunan juga megalami peningkatan yang luar biasa. Akibatnya, lalu lintas pengangkutan barang khususnya gula semakin padat. Hal tersebut terjadi pada ruas jalur kereta api Surabaya – Kertosono. Tujuan dalam penelitian ini, yaitu: (1) menganalisis latar belakang pembangunan jalur trem Krian – Ploso; (2) mengkaji dinamika pengoperasian jalur trem Krian – Ploso tahun 1910 – 1942; (3) menganalisis dampak dari pembangunan jalur trem Krian – Ploso tahun 1910 – 1942. Manfaat teoritis yang diharapkan penuli adalah (1) memberikan pengetahuan baru mengenai jalur trem Krian – Ploso; (2) memberikan informasi mengenai sejarah lokal di daerah Mojokerto, Jombang, dan Krian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo, yang memiliki beberapa tahap penelitian yaitu (1) pemilihan topi; (2) pengumpulan sumber; (3) kritik sumber; (4) interpetasi; dan (5) histotiografi atau penulisan. Hasil penelitian ini mengenai jalur Krian- Ploso ini adalah pembangunan jalur trem ini dilatarbelakangi oleh kegiatan ekonomi. Adanya hasil panen gula yang semakin meningkat sejak tahun 1906, mengakibatkan kebutuhan transportasi tambahan untuk membantu pengangkutan hasil panen semakin besar. Hal tersebut yang pada akhirnya membuat pihak pemerintah Hindia Belanda melakukan pembangunan jalur trem Krian – Ploso sebagai jalur yang melewati kawasan baru dan melewati tiga pabrik gula utama, yaitu pabrik gula Krian, Gempolkerep, dan Balongbendo. Pembangunan jalur trem Krian – ploso sendiri terdiri dari dua tahap pembangunan, yaitu tahap pertama pembangunan Krian –Gempolkerep yang selesai pada tahun 1918, dan tahap kedua pembangunan Gempolkerep – Ploso yang selesai pada tahun 1921. Selama masa pengoperasian banyak dinamika yang terjadi, baik dari segi pendapatan, perubahan tarif, perbaikan jalur dan lainnya. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Akhmad Ryan Pratama, S. Hum., M. A DPA: Robit Nurul Jamil, M. Pd | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/12282 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Sejarah Perkotaan | |
| dc.subject | Jalur Trem | |
| dc.subject | Masa Kolonial | |
| dc.subject | Krian - Ploso | |
| dc.title | Jalur Trem Krian Ploso Pada Masa Kolonial Belanda Tahun 1910 - 1942 | |
| dc.type | Other |
Files
Original bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- Skripsi Repository_RIANA DEA MARITA_200210302088.pdf
- Size:
- 2.53 MB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed to upon submission
- Description:
