Perlindungan Hak Konstitusional Warga Negara Indonesia (WNI) dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Hukum
Abstract
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1946 tentang Warga Negara dan
Penduduk Negara merupakan undang-undang pertama yang disahkan oleh
negara Republik Indonesia sebagai undang-undang yang mengatur mengenai
kewarganegaraan, namun tidak cukup baik mengatur mengenai
kewarganegaraan sehingga diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun
1947 tentang Memperpanjang Waktu untuk Mengajukan Pernyataan Berhubung
dengan Kewargaan Negara Indonesia. Undang-Undang ini pun diubah kembali
dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1948 tentang Memperpanjang Waktu
Mengajukan Pernyataan Berhubung dengan Kewargaan Negara Indonesia.
Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, perlu dibentuk undangundang
kewarganegaraan yang baru sebagai pelaksanaan Pasal 26 ayat (3)
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang
mengamanatkan agar hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur
dengan undang-undang. Untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan
melaksanakan amanat' Undang-Undang Dasar sebagaimana tersebut di atas,
Undang-Undang ini memperhatikan asas-asas kewarganegaraan umum atau
universal, yaitu asas ius sanguinis, ius soli, dan campuran. Adapun asas-asas
yang dianut dalam Undang-Undang ini sebagai berikut :
1
1) Asas ius sanguinis (law of the blood) adalah asas yang menentukan
kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan, bukan
berdasarkan negara tempat kelahiran.
2) Asas ius soli (law of the soil) secara terbatas adalah asas yang
menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara
tempat kelahiran, yang diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai
dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang ini.
3) Asas kewarganegaraan tunggal adalah asas yang menentukan satu
kewarganegaraan bagi setiap orang.
Description
reupload file repositori 14 april 2026_kurnadi/fani
