Efektivitas Pelayanan Samsat Keliling di Kabupaten Banyuwangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pelayanan Samsat Keliling di Kabupaten Banyuwangi. Tingginya aktivitas mobilitas di Kabupaten Banyuwangi tercermin dari padatnya jumlah penduduk yang mencapai 1.812.709 jiwa, hampir sebanding dengan kepemilikan kendaraan bermotor yang menembus 1.153.221 unit. Lonjakan volume kendaraan ini berdampak pada tingginya beban pelayanan administrasi kendaraan bermotor jika hanya dipusatkan pada Kantor Samsat Induk. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah mengoperasikan Samsat Keliling sebagai strategi jemput bola untuk memotong kendala jarak dan waktu wajib pajak dalam melakukan pembayaran administrasi. Namun, data UPT PPD Banyuwangi tahun 2026 menunjukkan masih adanya sisa tunggakan yang bersifat fluktuatif dengan potensi rupiah yang cukup masif. Hal ini menunjukkan adanya celah antara aksesibilitas layanan yang disediakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini yaitu Kepala UPT PPD, sub pegawai UPT PPD, petugas Samsat keliling, masyarakat pengguna layanan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana dalam Sugiyono (2019). Konsep penelitian ini menggunakan teori efektivitas dari Sutrisno (2007) dengan lima indikator efektivitas yaitu, pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan Samsat Keliling di Kabupaten Banyuwangi secara keseluruhan telah efektif memberikan kemudahan akses administratif bagi masyarakat berupa efisiensi waktu dan biaya, namun masih kurang optimal pada aspek operasional lapangan dan penyebaran informasi. Indikator ketepatan waktu menunjukkan bahwa aspek operasional di lapangan berjalan kurang optimal. Meskipun pelayanan yang ada di Samsat Keliling berjalan dengan cepat, namun kehadiran unit mobil Samsat Keliling di lapangan seringkali mengalami keterlambatan akibat kendala teknis dan agenda internal petugas.
Description
Validasi file repositori 24 Juli 2026_Firli
