Rhythmic Editing untuk Mendukung Emosional Karakter pada Film Pendek Fiksi Kita Punya Sedikit Waktu untuk Bicara

dc.contributor.authorMuhammad Ramadhan
dc.date.accessioned2026-03-27T08:52:39Z
dc.date.issued2025-07-23
dc.descriptionReupload Repository 26 Maret 2026 Maya
dc.description.abstractFilm merupakan salah satu media untuk mengkomunikasikan informasi, ide, dan pengalaman dari sudut pandang baru. Menurut Hiawan Pratista (2008:23-24), film adalah media audio visual yang menggabungkan kedua unsur, yaitu naratif dan sinematik. Dua unsur tersebut saling berinteraksi dan berkesinambungan. Unsur naratif sendiri berhubungan dengan aspek cerita film, sedangkan unsur sinematik merupakan aspek teknis yang menunjang alur atau jalan ceritanya yang dibangun melalui mise-en-scene, sinematografi, suara dan editing sehingga dapat memberikan kesan yang dramatik. Editing dalam film adalah elemen esensial yang memainkan peran krusial dalam menyusun narasi, membangun emosi, dan menciptakan ritme cerita. Editing berperan penting dalam membangun dan memperkuat emosi dalam film. Pemilihan momen tertentu dan cara adegan disusun dapat mempengaruhi perasaan penonton. Film Kita Punya Sedikit Waktu Untuk Bicara mengangkat tema eksistensial tentang makna kebahagiaan melalui dialog antara dua karakter utama: Nadia, seorang pengidap AIDS stadium akhir, dan Liarzi, sosok malaikat pencabut nyawa. Dalam penciptaan film ini, pengkarya mengambil peran sebagai editor dengan fokus pada penerapan teknik rhythmic editing, khususnya emotional rhythm, untuk memperkuat pembangunan emosi karakter sepanjang film. Rhythmic editing merupakan pendekatan penyuntingan yang mengatur ritme visual dan audio untuk menciptakan dampak emosional pada penonton. Melalui pemilihan durasi shot, titik potong, dan perpindahan yang halus, pengkarya berusaha menjaga intensitas emosional dari percakapan yang menjadi pusat narasi film. Teknik tambahan seperti J-cut, L-cut, dan cutting to reaction juga digunakan untuk mendukung ritme emosional dan menjaga kesinambungan dalam dialog. Film ini hanya terdiri dari satu adegan panjang yang dibagi menjadi empat segmen utama: Permulaan, Dorongan, Prinsip, dan Akseptasi. Dengan minim perpindahan lokasi, ritme editing menjadi alat utama dalam menjaga dinamika narasi. Hasil akhir dari proses editing ini diharapkan mampu menyampaikan nuansa batin karakter secara lebih mendalam dan menyentuh emosi penonton, serta menjadi referensi bagi pelaku perfilman dalam mengeksplorasi kekuatan ritme dalam penyuntingan film.
dc.description.sponsorshipDPU: Dwi Haryanto, S.Sn., M.Sn.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5817
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Budaya
dc.subjectRhythmic Editing
dc.subjectEmosional Karakter
dc.subjectFilm Pendek Fiksi Kita Punya Sedikit Waktu Untuk Bicara
dc.titleRhythmic Editing untuk Mendukung Emosional Karakter pada Film Pendek Fiksi Kita Punya Sedikit Waktu untuk Bicara
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Muhammad Ramadhan - 200110401010.pdf
Size:
897.58 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: