Manajemen Irigasi dan Kesediaan Petani Untuk Membayar Iuran Pada Perairan Non Teknis Di Kabupaten Jember

dc.contributor.authorBagus Peratama
dc.date.accessioned2026-04-09T07:12:41Z
dc.date.issued2017-12-06
dc.descriptionreupload file repositori 10 april 2026_kurnadi/citra
dc.description.abstractManajemen Irigasi dan Kesediaan Petani Untuk Membayar Iuran Pada Pengairan Non Teknis Di Kabupaten Jember, Bagus Peratama, 121510601001, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian/Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Jember. Sumber air yang berasal dari mata air pegunungan perlu dikelola dengan baik salah satunya untuk irigasi. Irigasi yang terdapat pada Desa Curahtakir Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember adalah irigasi non teknis yang hanya mengandalkan aliran air dari pegunungan yang ditampung pada DAM. Pengelolaan saluran irigasi non teknis perlu dilakukan dengan baik agar pembagian air untuk irigasi merata. Keterlibatan masyarakat, pengelola dan pemerintah dalam pengelolaan irigasi perlu diketahui dengan pendekatan kelembagaan. Pengelolaan irigasi pada umumnya dikelola oleh jasa ulu -ulu dan biasanya petani membayar air irigasi atas pengelolaan irigasi yang telah disepakati. Pembayaran tersebut digunakan untuk mengetahui willing to pay petani terhadap pengelolaan irigasi. Selain itu, perlu dilakukan analisis mengenai faktor yang mempengaruhi willing to pay petani terhadap irigasi. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tempurejo dengan metode penelitian deskriptif analitik. Metode pengambil sampel menggunakan Disproportionate Stratified Random Sampling dengan penentuan sampel yaitu sampel yang diambil untuk lokasi A adalah sebesar 7 orang, untuk lokasi tengah adalah sebesar 23 orang dan lokasi bawah adalah sebesar 25 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara dan observasi. Metode yang analisis digunakan dalam penelitian dengan menggunakan pendekatan kelembagaan, pendekatan CVM (Contingent Valuating Method) dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Manajemen irigasi non teknis Desa Curahtakir hanya terjadi hubungan ekonomi saja diantara petani dan pengelola irigasi, petani hanya membayarkan sejumlah nilai yang telah disepakati bersama.; 2) Nilai WTP yang dikeluarkan oleh petani Curahtakir dalam satu tahun adalah sebesar Rp 11.954.055,- tahun/ha dan 3) Variabel yang mempengaruhi nilai WTP yang dikeluarkan petani adalah variabel luas lahan, jarak petak dam dengan lahan, dummy dam Asmoya dan dummy dam Bloksadeng.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Ir. Anik Suwandari, MP. Dosen Pembimbing Anggota : M. Rondhi, SP., MP., Ph.D
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/6789
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Pertanian
dc.subjectKesediaan Petani
dc.subjectPerairan Non Teknis
dc.titleManajemen Irigasi dan Kesediaan Petani Untuk Membayar Iuran Pada Perairan Non Teknis Di Kabupaten Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Bagus Peratama -121510601001.pdf
Size:
1.72 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: