Interaksi Komunikatif antara Penaksir dan Nasabah dalam Transaksi Gadai di Kantor Pegadaian Cabang Situbondo: Suatu Kajian Etnografi Komunikasi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Aktivitas sosial yang melibatkan komunikasi secara berulang-ulang dan
berlangsung terus menerus akan membentuk pola-pola interaksi komunikasi yang
khas. Kegiatan penelitian etnografi ini berlangsung di Kantor Pegadaian Cabang
Situbondo, dengan topik penelitian ini yaitu interaksi komunikatif antara penaksir
dan nasabah yang menggunakan layanan gadai KCA. Penelitian ini dilakukan
bertujuan mendeskripsikan tentang proses interaksi komunikatif antara penaksir
dan nasabah, sehingga memperoleh pola-pola komunikasi dan tema-tema budaya
yang terkandung dalam interaksi komunikatif. Penelitian ini mendeskripsikan pola
komunikasi penaksir dan nasabah dalam layanan gadai KCA barang emas dan
elektronik.
Jenis penelitian pada skripsi ini ialah penelitian kualitatif dengan
menggunakan pendekatan emik untuk memaknai suatu fenomena dalam
masyarakat berdasarkan sudut pandang masyarakat yang diteliti. Pada penelitian
ini, metode etnografi spradley digunakan sebagai penunjang dalam menganalisis
data. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode
pengamatan terlibat, wawancara dan dokumentasi. Tahapan dalam analisis data
pada penelitian ini dimulai dari analisis domain, analisis taksonomik, analisis
komponensial, dan analisis tema budaya.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi komunikatif yang
terbentuk antara penaksir dan nasabah menggambarkan adanya pola-pola
komunikasi yang terarah, luwes, lugas, dan cepat yang berkaitan dalam beberapa
hal yaitu, (1) penggunaan diksi dan pemilihan bahasa disesuaikan dengan situasi
dan kondisi interaksi yang terjadi namun tetap menggunakan etika budaya
pelayanan, sehingga memudahkan pemahaman yang terbuka antar penutur; (2)
komunikasi yang terbentuk antara penaksir dan nasabah membentuk fungsi direktif,
referensial, komisif, dan ekspresif; (3) terjadi pola komunikasi dialogis antara
penaksir dan nasabah; dan (4) segmen materi percakapan yang stabil yaitu,
pengisian data, taksir barang, tawar-menawar, kesepakatan, pencetakan SBG, dan
pencairan pinjaman.
Berdasarkan uraian di atas membentuk model komunikasi transaksional,
penaksir dan nasabah akan memiliki tanggung jawab masing-masing terhadap
dampak dan efektivitas yang terjadi. Interaksi dilakukan secara dialogis, sehingga
membentuk kesamaan makna dan membuat komunikasi menjadi efektif.
Berdasarkan latar belakang penaksir yang berasal dari pandalungan berpengaruh
pada gaya komunikasinya yang adaptif dan fleksibel ketika berkomunikasi dengan
nasabah yang berlatar belakang etnik Madura atau Jawa.
Penelitian ini mengandung tema budaya yang dihasilkan dari interaksi
komunikatif antara penaksir dan nasabah. Tema budaya yang dapat diperoleh dari
penelitian etnografi ini ialah <Nilai-nilai keterbukaan, kepercayaan, kejujuran,
kesantunan antara penaksir dan nasabah dalam memberikan informasi menjadi
dasar untuk terbentuknya jalinan kerja sama yang baik dengan sikap saling percaya,
kepedulian, dan rasa tanggung jawab dapat mendukung proses dan keberhasilan
transaksi gadai.= Hal ini mempengaruhi penilaian masyarakat terhadap pelayanan
Pegadaian, sehingga penaksir perlu memilih bahasa secara bijak agar pesan mudah
dipahami nasabah.
Description
Reuploud file repositori 16 maret 2026_Firli
