Analisis Multitemporal Environmental Critically Index Pada Lahan Terbangun di Perkotaan Jember
| dc.contributor.author | Dian Aulia Salsabila | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-07T22:30:14Z | |
| dc.date.issued | 2026-01-07 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 04 Juni 2026_Kholif Basri :: Finalisasi Repositori File 8 Juni 2026_Kurnadi | |
| dc.description.abstract | Kekritisan lingkungan merupakan fenomena meningkatnya suhu permukaan akibat perubahan lanskap hijau yang dipengaruhi oleh proses urbanisasi. Kekritisan lingkungan adalah isu terkini yang dapat menyebabkan perubahan iklim apabila tidak diatasi dengan tepat. Perkotaan Jember menjadi salah satu wilayah yang mengalami urbanisasi akibat meningkatnya lahan terbangun, bertambahnya jumlah penduduk, dan kompetisi sosial ekonomi di perkotaan sehingga berpotensi mengalami kekritisan lingkungan. Meskipun demikian, upaya penanggulangan sebagai respons terhadap kekritisan lingkungan belum dilakukan. Oleh sebab itu, kajian terkait analisis kekritisan lingkungan pada lahan terbangun di Perkotaan Jember dibutuhkan untuk mengurangi dampak negatif dari urbanisasi dan meningkatkan ketangguhan wilayah. Penelitian ini meggunakan analisis deskiptif kuantitatif untuk menjelaskan kondisi kekritisan lingkungan pada lahan terbangun secara menyeluruh. Pendekatan analisis spasial dengan ekstraksi citra satelit menjadi Environmental Critically Index (ECI) dilakukan untuk memetakan distribusi kekritisan lingkungan di Perkotaa Jember. Regresi spasial dengan metode regresi Ordinary Least Squares (OLS) dan Geographically weighted regression (GWR) dipilih untuk mengidentifikasi keterkaitan lahan terbangun dengan kekritisan lingkungan. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk rekomendasi prioritas startegi yang tepat dalam menghadapi kekritisan lingkungan pada lahan terbangun. Variabel yang digunakan terdiri dari Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-up Index (NDBI), lahan terbangun secara multitemporal, serta komponen strategi perubahan iklim. Variabel tersebut diperoleh melalui pengumpulan data yang terbagi menjadi data primer (kuisioner) dan data sekunder (studi pustaka). Narasumber yang digunakan berasal dari instansi terkait yang turut bertanggung jawab terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan perubahan iklim. Hasil penelitian menunjukkan kondisi kekritisan lingkungan di Perkotaan Jember mengalami peningkatan, terutama di pusat perkotaan. Kondisi kekritisan lingkungan yang terjadi dipengaruhi oleh menurunnya NDVI sebesar 0,01, meningkatnya NDBI sebesar 0,07, serta meningkatnya LST sebesar 0,36°C sehingga kekritisan lingkungan mengalami peningkatan sebesar 2.499,36 Ha selama sepuluh tahun. Oleh sebab itu, analisis regresi spasial menunjukkan keterkaitan lahan terbangun dengan kekritisan lingkungan, di mana semakin besar area terbangun, maka semakin tinggi nilai kekritisan lingkungannya. Hal ini dibuktikan nilai R-square 5-5,8% di tahun 2015 menjadi 81-83% pada tahun 2025. Strategi adaptasi lingkungan yang direkomendasikan untuk menanggapi kekritisan lingkungan di Perkotaan Jember, yaitu peningkatan pelaksanaan program terpadu bidang pekerjaan umum dan penataan ruang yang responsif terhadap dampak perubahan iklim serta peningkatan tingkat pelayanan dan kinerja prasarana sumber daya air dalam mendukung penyediaan air dan ketahanan pangan. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Ir.Ratih Novi Listyawati S.T., M.Eng. Dosen Pembimbing Anggota: -- | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8226 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknik | |
| dc.subject | Kekritisan lingkungan | |
| dc.subject | fenomena | |
| dc.subject | meningkatnya suhu | |
| dc.subject | iklim | |
| dc.subject | urbanisasi | |
| dc.title | Analisis Multitemporal Environmental Critically Index Pada Lahan Terbangun di Perkotaan Jember | |
| dc.type | Other |
