Penggunaan Pestisida dan Kandungan Residu Organofosfat pada Apel (Malus sylvestris Mill) di Desa Tulungrejo Kota Batu

dc.contributor.authorMaulidya Dzikria Kusnadi
dc.date.accessioned2026-09-15T07:53:57Z
dc.date.issued2026-08-26
dc.descriptionValidasi Rudy K
dc.description.abstractPraktik penggunaan pestisida organofosfat masih dilakukan secara masif untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), meningkatkan kuantitas, dan kualitas hasil panen, salah satunya pada komoditas hortikultura apel. Studi pendahuluan yang dilakukan pada petani apel di Desa Tulungrejo, Kota Batu, mengindikasikan bahwa pestisida organofosfat diaplikasikan secara rutin sejak awal hingga akhir periode generatif. Namun, praktik penyemprotan oleh petani apel di Kota Batu dinilai masih belum sesuai dengan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan prinsip 6 tepat. Hal ini didukung dengan ditemukannya residu pestisida organofosfat pada buah apel di Desa Tulungrejo, Kota Batu dengan bahan aktif dimetoat yang melebihi Batas Maksimum Residu (BMR) sebesar 0,015 mg/kg. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola penggunaan pestisida dan kandungan residu organofosfat bahan aktif profenofos, klorpirifos, dan diazinon pada apel di Desa Tulungrejo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk menggambarkan penggunaan pestisida serta kandungan residu organofosfat pada apel di Desa Tulungrejo, Kota Batu. Sampel lingkungan sebanyak 3 sampel apel dari varietas anna dan manalagi, yang diambil dari 3 lokasi perkebunan berbeda secara purposive sampling. Sampel masyarakat dalam penelitian ini adalah 15 orang petani Kelompok Tani Maju 01 dan 3 orang petani Kelompok Tani Maju Bersama. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan penggunaan pestisida dan penerapan penggunaan pestisida, serta lembar observasi untuk melihat penggunaan pestisida di lapangan. Analisis menggunakan analisis univariat dan selanjutnya data disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh petani telah menerapkan prinsip tepat sasaran dan tepat jenis (100%), dimana petani apel akan melakukan pengamatan jenis OPT yang menyerang sebelum menggunakan pestisida. Petani juga menggunakan pestisida yang legal, tidak kedaluwarsa, dan memiliki kemasan yang tidak mudah bocor. Namun, masih ditemukan ketidaksesuaian pada penerapan prinsip tepat jenis, dimana seluruh responden (100%) menggunakan pestisida yang tidak sesuai bagi jenis tanaman apel. Pada prinsip tepat waktu, diketahui jika sebanyak 7 responden (38,9%) masih melakukan penyemprotan kurang dari 14 hari sebelum panen, serta 17 responden (94,4%) melakukan penyemprotan sebelum adanya tanda serangan OPT. Hasil penelitian pada prinsip tepat dosis menunjukkan jika sebanyak 14 responden (77,8%) menggunakan pestisida dengan dosis yang tidak sesuai dengan label kemasan, seluruh responden melakukan pencampuran pestisida, dan sebanyak 16 responden (88,9%) mencampur setidaknya 3 jenis pestisida dalam 1 kali penyemprotan. Sementara itu, pada prinsip tepat cara, sebanyak 10 responden (55,6%) diketahui tidak mempertimbangkan arah angin saat melakukan penyemprotan. Hasil uji laboratorium menunjukkan jika residu pestisida organofosfat dengan bahan aktif profenofos, klorpirifos, dan diazinon tidak terdeteksi pada seluruh sampel apel. Penggunaan pestisida oleh petani apel pada aspek tepat sasaran dan tepat mutu termasuk dalam kategori baik, sementara aspek tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara masih memerlukan peningkatan. Upaya perbaikan praktik penggunaan pestisida dapat dilakukan dengan adanya koordinasi dari berbagai pihak. Petani apel, sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam penggunaan pestisida wajib memperhatikan penerapan prinsip 6 tepat terutama pada prinsip tepat jenis, dosis, waktu, dan cara. Instansi terkait seperti dinas pertanian dan penyuluh pertanian juga wajib memberikan pendampingan serta evaluasi secara berkala terhadap penggunaan pestisida.
dc.description.sponsorshipDr.Isa Ma'rufi, S.KM. M.Kes.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/14926
dc.language.isoOther
dc.publisherFakultas Kesehatan Masyarakat
dc.subjectPestisida
dc.subjectResidu
dc.subjectOrganofosfat
dc.subjectKesehatan Lingkungan
dc.titlePenggunaan Pestisida dan Kandungan Residu Organofosfat pada Apel (Malus sylvestris Mill) di Desa Tulungrejo Kota Batu
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 5 of 7
Loading...
Thumbnail Image
Name:
222110101087 - MAULIDYA DZIKRIA KUSNADI - BAGIAN DEPAN.pdf
Size:
774.26 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
222110101087 - MAULIDYA DZIKRIA KUSNADI - BAB 1.pdf
Size:
392.25 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
222110101087 - MAULIDYA DZIKRIA KUSNADI - BAB 2.pdf
Size:
413.81 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
222110101087 - MAULIDYA DZIKRIA KUSNADI - BAB 3.pdf
Size:
425.49 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
222110101087 - MAULIDYA DZIKRIA KUSNADI - BAB 4.pdf
Size:
442.19 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: