Label Sosial Pada Tokoh Re: Dalam Novel Re: Dan Perempuan Karya Maman Suherman Dan Pemanfaatannya Sebagai Materi Pembelajaran Menulis Teks Tanggapan di SMA
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Label sosial merujuk pada konsep pemberian cap terhadap individu berdasarkan perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan norma yang berlaku. Perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan norma yang ada bukanlah sifat yang melekat pada perilaku itu sendiri, melainkan hasil dari proses sosial sebagian orang atau kelompok memberikan label negatif pada tindakan terhadap individu tertentu. Artinya, seseorang yang dianggap sebagai penyimpang bukan karena tindakan yang dilakukan salah tetapi masyarakat cenderung memberikan label negatif berdasarkan pandangan normatif mereka. Berdasarkan pemaparan tersebut, permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian yaitu: (1) bagaimanakah bentuk label sosial pada tokoh Re: dalam novel Re: dan peRempuan karya Maman Suherman?, (2) bagaimanakah proses terbentuknya label sosial pada tokoh Re: dalam novel Re: dan peRempuan karya Maman Suherman?, (3)Bagaimanakah dampak label sosial pada tokoh Re: dalam novel Re: dan peRempuan karya Maman Suherman?, (4) bagaimanakah pemanfaatan hasil penelitian novel Re: dan peRempuan karya Maman Suherman sebagai materi menulis teks tanggapan?
Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif de dengan pendekatan sosiologi sastra yang dikaitkan dengan teori labelling oleh Howard S Becker. Data yang digunakan yakni kalimat atau penggalan paragraf yang diambil dari sumber data yaitu novel Re: dan peRempuan karya Maman Suherman. Teknik pengumpulan data yang digunakan memanfaatkan tabel dengan kode data yang dianalisis dengan kajian dokumen model Miles dan Hubern (1992) yang dimodifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses bentuk label sosial dalam novel Re: dan peRempuan karya Maman Suherman meliputi label anak haram, label antisosial dan label wanita tuna susila, semua pemberian label tersebut diawali dengan tindakan awal berupa kebiasaan dan perilaku melanggar norma, kedua pelabelan pihak berwenang yang dilakukan oleh guru dan aparat, penetapan label dari segi pekerjaan dan pakaian, internalisasi label, dan reaksi sosial. Proses terbentuknya label sosial tersebut menggambarkan tentang label sosial dapat dibentuk, dipertahankan dan berpotensi memengaruhi kehidupan individu yang diberi label, baik secara internal maupun eksternal dalam konteks sosial yang lebih luas.
Dari hasil penelitian dapat digunakan sebagai rancangan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Fase F kelas 12 pada elemen menulis. Pada elemen menulis akan dipergunakan sebagai bahan materi pembelajaran menulis kreatif dalam bentuk menyampaikan tanggapan. Hal ini diharapkan untuk mengembangkan keterampilan berbahasa siswa melalui kegiatan menulis dari bacaan dan juga membentuk karakter kritis yang peka terhadap isu-isu sosial. Diharapkan pula sumbangsih dan saran yang dapat bermanfaat bagi pihak yang terkait seperti peneliti dan juga pembaca. Saran peneliti selanjutnya dapat digunakan sebagai objek kajian dan membuka ruang untuk eksplorasi lebih lanjut mengenai pelabelan sosial memengaruhi identitas individu dalam konteks budaya yang berbeda.
Description
Reupload Repositori File 28 Januari 2026_Kholif Basri
