Analisis Modul Berbasis STEM-SDGs untuk Mengajarkan Keterampilan Scientific Communication pada Materi Pemanasan Global Siswa SMA

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Fisika termasuk dalam salah satu mata pelajaran sains yang diajarkan di sekolah yang mendasari teknologi dan memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Fisika menjadi salah satu pembelajaran yang mendukung tercapainya tujuan SDGs karena dalam fisika mengkaji penanganan dari perubahan iklim sebagai suatu harapan untuk memulihkan kembali iklim dunia. Keterampilan komunikasi berperan penting terhadap proses pembelajaran siswa karena pada hakikatnya selama proses pembelajaran berlangsung terjadi interaksi antara siswa dan guru. Pembelajaran yang hanya berpusat terhadap guru dan kurangnya bahan ajar seringkali menyebabkan keterampilan komunikasi siswa kurang optimal. Mengacu pada permasalahan mengenai integrasi SDGs dalam pembelajaran fisika dan rendahnya keterampilan scientific communication siswa, pemanfaatan modul ajar yang juga saat ini sering disebut modul muncul sebagai alternatif solusi. Modul dipilih karena karakteristiknya yang tersusun secara sistematis dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami siswa sesuai tingkat pengetahuan dan usia mereka. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis buku ajar fisika yang digunakan sekolah dan modul STEM-SDGs terhadap keterampilan scientific communication dan muatan STEM-SDGs sehingga dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan scientific communication siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi panel. Penelitian dilakukan melalui dua kajian analisis, yaitu analisis teoritis dan analisis empiris. Analisis teoritis dilakukan mulai dari persiapan hingga analisis buku ajar fisika pada bab pemanasan global, selanjutnya analisis empiris dilakukan mulai dari pembuatan modul hingga validasi kesesuaian modul terhadap indikator scientific communication dan muatan STEM-SDGs. Hasil analisis teoritis terhadap indikator scientific communication menunjukkan bahwa ketiga buku ajar fisika kelas X memenuhi indikator keterampilan scientific communication, namun persentase kemunculan menujukkan hasil yang rendah. Pada buku A rata-rata persentase kemunculan indikator scientific communication hanya 42%, pada buku B sebesar 25%, dan pada buku C sebesar 34,05%. Berdasarkan persentase tersebut, buku A yang digunakan di sekolah menempati posisi tertinggi daripada buku B dan C, namun skor tersebut termasuk kategori rendah untuk menunjang keterampilan scientific communication. Selanjutnya, hasil analisis teoritis terhadap muatan STEM-SDGs menunjukkan bahwa pada buku A rata-rata persentase kemunculan muatan STEM-SDGs sebesar 11,92%, pada buku B sebesar 12,8%, dan pada buku C sebesar 9,4%. Diantara ketiga buku, buku A dan C belum memenuhi muatan STEM-SDGs karena pada buku A muatan technology dan engineering tidak muncul dan pada buku C muatan mathematics tidak muncul. Berdasarkan hasil tersebut, buku B memiliki lebih banyak muatan STEM-SDGs daripada buku A yang digunakan di sekolah. Terakhir adalah melakukan analisis empiris terhadap indikator keterampilan scientific communication menunjukkan persentase sebesar 72% dan muatan STEM-SDGs sebesar 29,68%. Hasil validasi kesesuaian oleh tiga validator terdiri dari dua dosen fisika dan satu guru fisika mencapai 90% (sangat sesuai). Dengan demikian, modul STEM-SDGs sangat sesuai untuk mengajarkan keterampilan scientific communication siswa.

Description

Reupload File Repositori 10 Februari 2026_Rudy K/Lia

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By