Toksisitas Campuran Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata) dan Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti L. dan Pemanfaatannya sebagai Poster
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama penyebab Demam
Berdarah Dengue (DBD) karena berperan dalam penularan virus dengue. DBD
masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan 6.050 kasus dan
28 kematian yang dilaporkan pada periode Januari–Februari 2025 di 23 provinsi.
Di Kabupaten Jember, kasus DBD pada tahun 2024 mencapai 1.627 kasus, dan
hingga pertengahan Januari 2025 tercatat 552 kasus dengue dengan 1 kematian di
Kecamatan Tanggul. Upaya pengendalian vektor umumnya menggunakan larvasida
kimia, namun penggunaan bahan kimia secara berulang berpotensi menimbulkan
resistensi nyamuk dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan penggunaan biolarvasida berbahan alami
yang lebih aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan sebagai alternatif dalam
pengendalian larva nyamuk Aedes aegypti.
Tumbuhan yang dapat digunakan sebagai biolarvasida yaitu daun sirsak dan
daun kelor, dimana secara ekonomis mudah diperoleh dan mempunyai banyak
manfaat. Daun sirsak mengandung senyawa acetogenin, alkaloid, flavonoid, dan
tanin sedangkan daun kelor memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, dan
tanin. Senyawa tersebut bersifat larvasida. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis besarnya (LC50) campuran ekstrak daun sirsak (Annona muricata) dan
daun kelor (Moringa oleifera) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti L. Tempat
pelaksanaan penelitian di Sub Laboratorium Toksikologi Pendidikan Biologi
Universitas Jember.
Description
Reuploud Repository 2 Juni-agus
Validasi file repositori 2 Juni 2026_Dea_Firli
