Layanan Kesehatan di Klinik Pratama Camar Mandiri Kota Jember: Suatu Tinjauan Etnografi Komunikasi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Dalam penelitian ini membahas tentang interaksi komunikatif dalam
masyarakat yang terjadi secara terus-menerus atau berulang sehingga membentuk
suatu pola komunikasi. Penelitian dilakukan di Klinik Pratama Camar Mandiri
Jember terhadap receptionist dengan pasien ataupun keluarga pasien dalam proses
pelayanan pendaftaran pasien. Adapun tujuan dilakukannya penelitian yaitu untuk
(1) mendapatkan deskripsi dan pengetahuan secara mendalam mengenai interaksi
komunikatif receptionist dengan pasien ataupun keluarga pasien; (2) mengetahui
pola komunikasi dan makna yang terbentuk dalam proses interaksi; dan (3)
memunculkan adanya tema budaya dalam interaksi komunikatif. Penelitian ini
akan menguraikan pola komunikasi yang terjadi antara receptionist dengan pasien
ataupun keluarga pasien dalam proses pelayanan pendaftaran pasien Asuransi
BPJS, Asuransi Yakes Telkom, dan umum.
Penelitian dalam skripsi ini berbentuk penelitian kualitatif. Metode yang
digunakan dalam penelitian berupa metode pengamatan terlibat, wawancara
mendalam, dan penelusuran dokumen. Tahapan dalam analisis data terbagi
menjadi empat tahapan analisis yakni analisis domain, taksonomik, komponensial,
dan tema budaya. Objek penelitian adalah receptionist dengan pasien ataupun
keluarga pasien dalam proses pelayanan pendaftaran pasien. Proses pelayanan
pendaftaran pasien terbagi menjadi tiga jenis pelayanan berdasarkan pada jenis
asuransi yang akan digunakan yaitu Asuransi BPJS, Asuransi Yakes Telkom, dan
umum.
Penelitian ini menghasilkan deskripsi mengenai pola komunikasi yang
terstruktur dan saling terkait dengan beberapa hal seperti: (1) penggunaan diksi
bahasa yang sesuai sehingga munculnya sebuah pemahaman yang saling terbuka;
(2) komunikasi yang terjalin antara receptionist dengan pasien atau keluarga
pasien menghasilkan fungsi komunikatif seperti fungsi direktif, representatif ekspresif, dan komisif; (3) terbentuknya pola komunikasi dialogis dalam interaksi
receptionist dengan pasien atau keluarga pasien; dan (4) adanya segmen yang
stabil selama pelayanan berlangsung dimulai dari sambutan, konfirmasi tujuan
pemeriksaan, konfirmasi asuransi, pengisian data rekam medis, dan penutup
berupa pemberian nomor antrian pemeriksaan pasien.
Pola komunikasi yang ditemukan dalam penelitian ini berupa pola
komunikasi dua arah atau dialogis dengan dominasi dialog dilakukan oleh
receptionist dalam setiap pelayanan pendaftaran pasien. Dominasi dialog yang
dilakukan berupa tuturan yang memberikan perintah dan meminta izin (fungsi
direktif), penjelasan secara detail (fungsi representatif), ucapan terima kasih
(fungsi ekspresif), dan penawaran (fungsi komisif). Dalam proses pelayanannya,
terdapat urutan interaksi yang terjadi yakni: (1) pasien datang; (2) proses
pengambilan nomor antrean dan menuju ruang tunggu; (3) proses pemanggilan
pasien; (4) konfirmasi tujuan pemeriksaan pasien; (5) konfirmasi jenis asuransi
yang akan digunakan; (6) receptionist memproses pelayanan pendaftaran pasien;
(7) proses pembayaran uang deposit khusus jenis layanan umum; (8) poin ketujuh
tidak dilakukan pada jenis asuransi lain dan dapat dilewati jika terjadi hal-hal
tertentu tidak; dan (9) proses berakhir dengan ucapan terima kasih.
Penggunaan bahasa dalam proses pelayanan menggunakan bahasa Indonesia
dengan campur kode bahasa Jawa dan ragam formal terbuka, lugas, namun tetap
sopan dan santai sehingga tidak terkesan kaku. Tema budaya yang didapatkan
dalam penelitian ini yaitu timbulnya sikap terbuka dan percaya dari receptionist
dan pasien dalam memberikan informasi. Faktor budaya yang cukup kental dalam
masyarakat utamanya dalam jenis kelamin atau gender pelaku komunikatif,
menjadi nilai yang cukup kental memberikan pengaruh dalam kinerja dan sikap
receptionist selama proses memberikan pelayanan.
Pelayanan dengan menggunakan pola komunikasi dialogis dengan fungsi
komunikatif dan bahasa yang tertata serta sikap saling percaya memiliki tujuan
untuk memberikan pelayanan secara maksimal kepada pasien. Kepuasan pasien
menjadi salah satu faktor berhasilnya Klinik Pratama Camar Mandiri Jember
dalam memberikan pelayanan publik yang bergerak dalam bidang kesehatan.
Description
Reupload File Repositori 10 Februari 2026_Rudy K/Lia
