Strategi Mitigasi Risiko Rantai Pasok Industri Cokelat (Studi Kasus: Kampung Coklat Blitar)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknologi Pertanian

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil utama kakao dunia, dengan kontribusi signifikan terhadap devisa negara. Namun, komoditas ini menghadapi tantangan seperti rendahnya produktivitas dan mutu biji, serta ketergantungan pada petani kecil. Kampung Coklat di Blitar sebagai industri berbasis kakao sekaligus destinasi wisata edukasi juga mengalami kendala dalam pengelolaan rantai pasok, terutama dalam pengendalian pasokan bahan baku dan efisiensi proses produksi. Kompleksitas model bisnis yang menggabungkan fungsi produksi dan pariwisata memerlukan strategi khusus untuk menjaga stabilitas operasionalnya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi risiko rantai pasok, merumuskan strategi mitigasi menggunakan metode SWOT, serta menentukan prioritas strategi menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), serta penyebaran kuesioner SWOT dan AHP. Data sekunder diperoleh dari dokumen internal perusahaan dan literatur pendukung. Strategi mitigasi disusun melalui analisis SWOT dengan menentukan posisi industri berdasarkan Matriks IFE dan EFE, kemudian diprioritaskan menggunakan metode AHP yang disusun dalam struktur hierarki dan dihitung dengan bantuan software Expert Choice 11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Coklat menghadapi lima jenis risiko utama dalam rantai pasok, yakni risiko pasokan bahan baku, proses produksi, pemasaran dan distribusi, pasar dan persaingan, serta regulasi dan kepatuhan. Berdasarkan hasil analisis SWOT, posisi perusahaan berada pada kuadran III (strategi WT), yang menunjukkan bahwa strategi defensif perlu diambil untuk mengatasi kelemahan dan ancaman yang dihadapi. Berdasarkan analisis SWOT, diperoleh lima alternatif strategi WT, seperti mengembangkan sistem manajemen inventory, memperluas digital marketing, membentuk aliansi strategis, menyusun standar kualitas produk, serta mengembangkan kapasitas produksi. Melalui metode AHP, strategi mitigasi risiko ditentukan berdasarkan empat kriteria: efektivitas terhadap risiko, efisiensi dan biaya, fleksibilitas dan adaptabilitas, serta dampak jangka panjang. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kriteria dampak jangka panjang memiliki bobot tertinggi (0,426), dan strategi prioritas utama adalah WT2: mengembangkan sistem manajemen inventory dan efisiensi operasional berbasis teknologi digital seperti ERP skala UMKM, dengan bobot 0,257. Strategi ini dinilai mampu memantau pasokan secara real-time, meningkatkan efisiensi proses produksi, serta menekan risiko keterlambatan dan overstock. Nilai consistency ratio (CR) sebesar 0,06 menunjukkan tingkat konsistensi yang dapat diterima dalam penilaian AHP. Selain itu, strategi lain yang mendapat bobot tinggi dalam analisis AHP antara lain WT1 (penguatan distribusi digital dan promosi) dan WT3 (standarisasi kualitas produk dan pelabelan). Seluruh strategi ini tidak hanya merespon kelemahan internal seperti kapasitas produksi dan manajemen inventory, tetapi juga menjawab ancaman eksternal seperti perubahan regulasi dan tekanan persaingan pasar. Strategi-strategi tersebut dirancang agar Kampung Coklat dapat bertahan dalam lingkungan bisnis yang dinamis dan meningkatkan daya saing melalui transformasi sistem dan peningkatan kolaborasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi mitigasi risiko berbasis SWOT-AHP dapat menjadi pendekatan efektif dalam menyusun kebijakan pengendalian rantai pasok di sektor agroindustri kakao. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya integrasi sistem informasi, peningkatan manajemen risiko secara sistematis, dan adopsi teknologi produksi yang lebih efisien. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur manajemen risiko rantai pasok pada industri hybrid (produksi-eduwisata), serta dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha serupa dalam menghadapi risiko yang bersifat kompleks dan multidimensi.

Description

Reupload file repository 12 Februari 2026_Ratna

Keywords

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By