Karakterisasi Tepung Putih Telur Akibat Variasi Konsentrasi Ragi Tempe dan Variasi Lama Pengeringan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Tepung putih telur merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan
untuk memanfaatkan adanya surplus telur ayam yang berlebihan setiap tahun, akan
tetapi kemampuannya dalam sifat fungsional masih kurang seperti daya buih ketika
diimplementasikan pada pengolahan produk roti. Oleh karena itu, dilakukan proses
fermentasi untuk menjaga dan meminimalisir kerusakan sifat fisik dan fungsinal
putih telur ketika proses pengeringan berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ragi tempe dan lama pengeringan pada
sifat fisik dan fungsional tepung putih telur.
Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua
faktor. Faktor pertama variasi konsentrasi ragi tempe (0,2%, 0,4% dan 0,6%), faktor
kedua lama pengeringan (6 jam, 8 jam, dan 12 jam). Setiap perlakuan dilakukan
pengulangan sebanyak 3 kali. Parameter pengamatan yang dilakukan berupa sifat
fisik (rendemen, derajat putih, kadar protein dan kadar air) dan sifat fungsional
d(aya buih, kestabilan buih, kelarutan dan higroskopisitas) dan uji efektivitas.
Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi ragi tempe dan
lama pengeringan berpengaruh terhadap rendemen, derajat putih, kadar air, kadar
protein, daya buih, kestabilan buih, dan higroskopisitas. Perlakuan terbaik dari uji
efektivitas menunjukan variasi konsentrasi 0,6% dengan lama pengeringan 6 jam
memiliki nilai rendemen 12,25%, derajat putih 73,23%, kadar protein 75,49%,
kadar air 6,38%, kelarutan 89,71%, daya buih 317,63%, kestabilan buih 91,92%,
dan nilai higroskopisitas 0,26%.
Description
Reupload File Repositori 5 Februari 2026_Rudy K/Lia
