Penerapan Teknik Match Cut dalam Menciptakan Keterkaitan Visual untuk Membangun Cerita dalam Film Dokumenter Pae’

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Seni dan Budaya

Abstract

Kopi merupakan minuman yang sangat popular di seluruh dunia dan banyak pakar meneliti berbagai aspek dari kopi, mulai dari manfaat kesehetan hingga dampaknya terhadap lingkungan. Kopi saat ini sudah menjadi gaya hidup masyarakat di Indonesia. Kopi sering kali bahkan wajib ada jika berada di pedesaan sebagai jamuan jika ada keluarga atau tamu yang datang. Kopi merupakan salah satu komoditi ekspor utama di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistika (BPS) produksi kopi nasional mencapai puncaknmya pada tahun 2021 dengan 786,19 ribu ton, namun menurun menjadi 774 ribu ton pada tahun 2022 dan mengalami penurunan kembali menjadi 756,1 ribu ton pada tahun 2023 (Badan Pusat Stastistik (BPS), 2023: 10). Kelangkaan dan mahalnya pupuk serta kondisi cuaca yang tidak menentu membuat produksi kopi di Indonesia terutama di Banyuwangi menurun. Walaupun harga kopi mahal akibat penurunan produktifitas kopi ini petani tidak mendapatkan hasilnya karena modal untuk memenuhi kebutuhan pupuk juga mahal. Film dokumenter adalah salah satu bentuk seni yang dapat merekam, merepresentasikan, dan menyampaikan berbagai realitas kehidupan. Penggunaan teknologi dan kreativitas dalam produksi film dokumenter menjadi sebuah keharusan mengingat dinamika industri perfilman yang terus berkembang. Indonesia, sebagai negara dengan kekayaan budaya dan alam yang melimpah, memberikan peluang besar untuk mengangkat realitas kehidupan masyarakatnya melalui medium film dokumenter. Dalam pembuatan tugas akhir ini pengkarya membuat sebuah film dokumenter PAE’ yang mengangkat tentang keresahan petani kopi tentang harga kopi meningkat tetapi petani tidak mendapatkan hasilnya. Pada film ini pengkarya ciptakan bersama tim dalam bentuk film dokumenter. Pengkarya dalam produksi film dokumenter PAE’ mengambil mayor editor dengan penggunaan teknik match cut editing. Match cut merupakan teknik editing yang menggabungkan kedua scene yang memiliki kesamaan dalam elemen visual. Pengkarya sebagai editor pada film dokumenter PAE’ menggunakan teknik match cut editing, baik graphical match cut maupun movement match cut untuk meningkatkan unsur dramatik. Dari 4 unsur dramatik, yaitu konflik (permasalahan yang menciptakan pertentangan dalam sebuah keadaan sehingga menimbulkan dramatik yang menarik), suspense (rasa tegang atau tidak sabar yang dirasakan penonton), curiosity (keingintahuan penonton tentang sesuatu yang belum diketahui atau dipahami sepenuhnya dalam cerita), surprise (kejutan yang tidak terduga oleh penonton). Penggunaan match cut lebih berfokus pada unsur curiosity atau membuat penonton ingin tahu lebih banyak tentang konflik atau karakternya. Tujuan Pengkarya membuat film dokumenter ini adalah untuk memvisualkan film dokumenter PAE’ dengan penerapan match cut editing untuk membuat penonton tertarik menonton film dengan jenis film dokumenter. Pengkarya juga berharap film dokumenter ini memberikan referensi kepada pengkarya lainnya untuk membahas kopi dari sudut pandang atau tema yang lain dan juga pemerintah untuk segera mengatasi hal-hal atau faktor yang ada pada film dokumenter PAE’.

Description

Reupload File Repositori 3 Februari 2026_Rudi H/Ardi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By