Manajemen Risiko Produksi Usahatani Cabai Rawit di Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Eva Aulia Trifebrianti | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-10T06:32:50Z | |
| dc.date.issued | 2026-07-10 | |
| dc.description | Validasi file repositori 10 Juli 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Hortikultura merupakan salah satu sektor yang dianggap penting karena berperan dalam pertanian guna menjaga keseimbangan pangan dan memenuhi kebutuhan pasar yang meningkat. Sektor hortikultura terdapat beberapa subsektor antara lain, subsektor tanaman sayur-sayuran, tanaman obat, tanaman hias dan tanaman buah-buahan. Salah satu komoditas unggulan di sektor hortikultura sayursayuran yang mempunyai nilai ekonomi tinggi yaitu tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Provinsi Jawa Timur merupakan penghasil cabai rawit tertinggi di Indonesia pada tahun 2021 yaitu sebanyak 578.883 ton atau sekitar 41,75%. Pada tahun 2023 terdapat beberapa komoditas yang jumlah produksinya melebihi 100 ribu ton diantaranya yakni produksi cabai rawit sebesar 562.82 ribu ton. Kabupaten Jember menempati urutan sebelas di Provinsi Jawa Timur tahun 2024 dengan total produksi 176.234 kuintal. Produksi cabai rawit di Kabupaten Jember pada tahun 2021 hingga 2024 mengalami fluktuasi produksi yang berpengaruh pada produktivitas cabai rawit. Penurunan produksi ini dapat terjadi karena terdapat beberapa permasalahan seperti serangan hama dan penyakit, curah hujan yang tinggi, faktor teknis (benih, pupuk, lahan, pengairan), penggunaan alsintan. Permasalahan yang ada dapat menimbulkan terjadinya risiko produksi berupa penurunan kualitas atau penurunan hasil produksi. Hal tersebut perlu adanya identifikasi sumber risiko, pengukuran risiko dan strategi manajemen risiko produksi di setiap tahap awal sampai akhir sehingga dapat mengoptimalkan hasil produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sumber risiko produksi pada usahatani cabai rawit di Kabupaten Jember, (2) tingkat risiko produksi usahatani cabai rawit di Kabupaten Jember, (3) strategi manajemen risiko produksi yang dilakukan petani pada usahatani cabai rawit di Kabupaten Jember. Penetapan daerah penelitian menggunakan purposive method di Kecamatan Kalisat, Wuluhan, dan Jelbuk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan analitik. Metode pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling dan didapatkan 44 sampel dari tiga desa yaitu Desa Panduman, Desa Sumber Ketempa, dan Desa Dukuhdempok. Metode analisis data untuk mengidentifikasi sumber risiko dan strategi manajemen risiko menggunakan analisis deskriptif dan untuk menganalisis tingkat risiko produksi menggunakan analisis koefisien variasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa: (1) sumber risiko produksi produksi yang dihadapi petani antara lain seperti curah hujan tinggi yang setiap hari turun, serangan hama seperti kutu kebul, ulat grayak, thrips, kutu daun, dan tungau. Penyakit yang menyerang antraknosa (patek), phytophthora (busuk batang), fusarium, dan bercak daun, faktor teknis (benih, pupuk, lahan, pengairan), dan penggunaan alsintan. (2) Tingkat risiko produksi yang dianalisis menggunakan koefisien variasi menghasilkan nilai 0,46. Nilai 0,46 produksi walaupun masuk dalam kategori rendah, namun mendekati ambang batas 0,5 kategori rendah. (3) Strategi manajemen risiko produksi yang dilakukan petani terbagi menjadi tiga strategi yaitu, strategi ex-ante, interactive, dan ex-post. Strategi manajemen ex-ante yang dilakukan petani antara lain menggunakan pola tanam padi-cabai-jagung, dengan menggunakan mulsa sebagai penutup di permukaan tanah, menggunakan sistem pola tanam monokultur, dan jumlah varietas yang digunakan tunggal pada semua lahan. Strategi manajemen interactive yang dilakukan petani seperti penggunaan jarak tanam sedang, melakukan penyulaman apabila tanaman mati, jenis pupuk yang digunakan yaitu pupuk tunggal, majemuk, dan organik, metode pengendalian OPT menggunakan pestisida kimia, dan tindakan yang dilakukan petani jika mengalami kesulitas permodalan melakukan peminjaman ke bank. Strategi manajemen ex-post yang dilakukan petani seperti tindakan yang dilakukan setelah usahatani gagal mayoritas tetap menanam dengan mencari penyebab kegagalan dan status usahatani dalam menghidupi keluarga, mayoritas petani bergantung pada usahatani cabai rawit. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama: Ir. Ratih Apri Utami, S.P., M.Si. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10967 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Manajemen Risiko | |
| dc.subject | Usahatani | |
| dc.subject | Cabai Rawit | |
| dc.subject | Hortikultura | |
| dc.title | Manajemen Risiko Produksi Usahatani Cabai Rawit di Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
