Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) Usahatani Kakao di Desa Jambewangi Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Sektor pertanian di Indonesia terbagi menjadi lima subsektor yaitu
subsektor pertanian pangan, subsektor perkebunan, subsektor kehutanan,
subsektor peternakan dan subsektor perikanan. Perkebunan merupakan sub sektor
pertanian yang sangat menunjang dalam pembangunan industri pengolahan hasil
pertanian. Kakao (Theobroma cacao L) merupakan salah satu tanaman
perkebunan yang banyak ditanam oleh masyarakat sebagai tanaman budidaya.
Tujuan penelitian ini adalah penerapan teknik budidaya yang baik dan
benar pada tanaman kakao untuk meningkatkan mutu buah yang dihasilkan
dengan menerapkan GAP (Good Agriculture Practice) yaitu cara pelaksanaan
budidaya secara baik, benar dan tepat yang mencakup mulai dari kegiatan pra
tanam hingga pasca panen, dan mengetahui perbedaan pendapatan produksi yang
menerapkan GAP tinggi dan rendah. Metode penelitian yang digunakan yaitu
metode penelitian deskriptif analitik.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa (1) tingkat penerapan Good
Agriculture Practice (GAP) usahatani kakao di Desa Jambewangi Kabupaten
Banyuwangi sebesar 55,97% atau pada kategori sedang dan (2) pada perbedaan
pendapatan dapat dilihat berdasarkan tabel output Independent Samples Test pada
bagian Equal variances not assumed diketahui nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 <
0,05 maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji independent
samples t test dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan (nyata) antara
pendapatan tingkatan GAP rendah dengan tinggi.
Description
Reupload file repository 20 februari 2026_agus/feren
