Pengaruh Dosis Kalium Klorida terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.)

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan salah satu jenis sayuran daun yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena nilai gizinya yang tinggi dan nilai ekonomisnya yang penting. Pakcoy mengandung vitamin, mineral, serat pangan, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Namun, produktivitasnya sering kali terkendala oleh pengelolaan hara yang kurang tepat, khususnya defisiensi kalium. Kalium berperan penting dalam proses fisiologis tanaman, termasuk fotosintesis, aktivasi enzim, pengaturan air, dan translokasi asimilat. Pemupukan kalium yang tepat dan pemilihan varietas yang sesuai sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2026 di Rumah Kaca Agrotechnopark, Universitas Jember. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAK) faktorial yang terdiri atas dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah tiga varietas pakcoy, yaitu Nauli F1, Flamingo F1, dan Emone 26. Faktor kedua adalah dosis pupuk kalium klorida (KCl) yang terdiri atas 0 kg/ha, 100 kg/ha (0,4 g/polybag), 200 kg/ha (0,8 g/polybag), dan 300 kg/ha (1,2 g/polybag). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, panjang akar, bobot segar, kandungan klorofil, kadar air, dan kekerasan batang. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam (ANOVA), dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf signifikansi 5% apabila ditemukan perbedaan yang nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata antara varietas pakcoy dan dosis pupuk kalium klorida pada semua variabel yang diamati. Varietas berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, panjang akar, kandungan klorofil, dan kekerasan batang. Sementara itu, dosis kalium klorida berpengaruh nyata terhadap bobot segar, kandungan klorofil, dan kadar air, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan lainnya. Di antara varietas yang diuji, Nauli F1 menunjukkan performa unggul dalam hal tinggi tanaman, jumlah daun, kandungan klorofil, dan kekerasan batang, sedangkan Flamingo F1 menghasilkan luas daun terbesar dan panjang akar terpanjang. Pemberian KCl sebanyak 200 kg/ha (0,8 g/polybag) menghasilkan bobot segar tertinggi (243,00 g) dan kadar air tertinggi (97,42%), yang menunjukkan bahwa dosis tersebut paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy pada kondisi penelitian ini.

Description

Finalisasi Oktober 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By