Gambaran Penyakit Gigi dan Mulut Anak Usia 3–5 Tahun dengan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan indikator penting kesehatan bayi yang dapat berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Anak dengan riwayat BBLR berisiko mengalami gangguan nutrisi dan ketidakmatangan sistem imun yang dapat memengaruhi perkembangan jaringan keras dan lunak rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penyakit gigi dan mulut pada anak usia 3–5 tahun dengan riwayat BBLR di Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan case-control, melibatkan 71 anak usia 3–5 tahun dengan riwayat BBLR yang berasal dari wilayah kerja Puskesmas Kalisat, Silo 1, dan Silo 2. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan klinis intraoral, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan tabel distribusi frekuensi dan tabulasi silang berdasarkan usia dan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 82 temuan klinis penyakit gigi dan mulut. Karies merupakan temuan terbanyak (51,2%), diikuti enamel hypoplasia (20,7%), strawberry tongue (12,2%), oral candidiasis (6,1%), geographic tongue (3,7%), angular cheilitis (2,4%), atrophic glossitis (1,2%), fusion teeth (1,2%), dan suspect papiloma (1,2%). Prevalensi karies meningkat seiring bertambahnya usia, sedangkan lesi mukosa oral lebih banyak ditemukan pada anak usia 3 tahun. Tidak ditemukan perbedaan yang bermakna berdasarkan jenis kelamin. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa anak usia 3–5 tahun dengan riwayat BBLR di Kabupaten Jember memiliki berbagai penyakit gigi dan mulut, dengan karies sebagai temuan paling dominan, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini, khususnya pada kelompok anak dengan riwayat BBLR
Description
Finalisasi_Maya_4 Juni 2026
