Hubungan Riwayat Keaktifan dalam Berorganisasi dengan Keterampilan Komunikasi Terapeutik Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan yang akan
memberikan pelayanan langsung kepada pasien dalam pelaksanaannya harus
memiliki keterampilan klinis dan keterampilan komunikasi yang baik dimana hal
tersebut merupakan dasar utama dalam praktik keperawatan. Keterampilan
komunikasi ini dapat diasah melalui pendidikan di kelas selama perkuliahan
maupun melalui kegiatan di luar kelas seperti organisasi. Keaktifan dalam
berorganisasi sangat menunjang perkembangan kemampuan komunikasi yang
dimiliki mahasiswa. Meski demikian, beberapa mahasiswa masih kurang aktif
dalam berorganisasi. Hal ini mungkin berdampak pada keterampilan
komunikasinya saat praktik klinik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat keaktifan
dalam berorganisasi dengan keterampilan komunikasi terapeutik mahasiswa
profesi ners Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Desain penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross
sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling
dengan jumlah 200 responden dan diperoleh 171 responden dari mahasiswa
profesi ners angkatan 34 dan angkatan 35. Pengumpulan data dilakukan pada 14 –
28 Mei 2025 dengan cara membagikan link gform kuesioner keaktifan dalam
berorganisasi dan kuesioner keterampilan komunikasi terapeutik. Data yang
diperoleh dianalisis menggunakan uji Spearman rank untuk mengetahui hubungan
antara kedua variabel dengan nilai p value < 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan mayoritas mahasiswa memiliki riwayat
keaktifan berorganisasi sedang sebanyak 96 responden (56,1%), 41 responden
(24%) dengan riwayat keaktifan berorganisasi tinggi, dan sisanya 34 responden
(19,9%) dengan riwayat keaktifan berorganisasi rendah. Pada variabel
keterampilan komunikasi terapeutik hasil temuan menunjukkan sebagian besar
mahasiswa memiliki keterampilan komunikasi terapeutik dalam kategori sedang
sebanyak 95 responden (55,6%), 60 responden (35,1%) dengan keterampilan
komunikasi terapeutik tinggi, dan sisanya 16 responden (9,4%) dengan
keterampilan komunikasi rendah. Hasil uji korelasi Spearman rank diketahui p
value = 0,000 dan nilai r = 0,521. Yang artinya terdapat hubungan yang signifikan
antara variabel riwayat keaktifan dalam berorganisasi dengan keterampilan
komunikasi terapeutik mahasiswa profesi ners Fakultas Keperawatan Universitas
Jember. Keeratan hubungan sedang dengan arah positif yang artinya semakin
tinggi riwayat keaktifan dalam berorganisasi maka semakin tinggi pula
keterampilan komunikasi terapeutik mahasiswa profesi ners. Riwayat keaktifan
berorganisasi memberikan dampak baik terhadap keterampilan komunikasi
terapeutik.
Kesimpulan penelitian ini adalah adanya hubungan yang signifikan antara
riwayat keaktifan dalam berorganisasi dengan keterampilan komunikasi terapeutik
mahasiswa profesi ners Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Maka dari itu,
mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan dan memahami pentingnya keaktifan
dalam berorganisasi mengingat organisasi dapat bermanfaat untuk melatih soft
skills, tidak hanya sebatas aktivitas ekstrakurikuler, pengalaman dalam organisasi
akan menunjang keterampilan komunikasi mahasiswa
Description
Reupload file repository 23 Oktober 2026_Ratna
Validasi dan Finalisasi Ratna 23 Oktober 2026
Finalisasi Maya_23 Oktober 2026
