Penentuan Kontribusi Feedzone dan Potensi Sumur X dengan Wellbore Modeling Panas Bumi

Abstract

Lapangan yang menjadi objek penelitian terletak di Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Berdasarkan data geologi permukaan dan bawah permukaan, stratigrafi lapangan terbagi menjadi lima satuan utama dari tua ke muda. Litologi didominasi andesit, breksi andesit, basalt, tuf, dan tuf breksi. Struktur geologi lapangan ini memiliki rekahan alami (natural fractures) dan sesar–sesar produktif yang berkembang, terutama di dalam zona kaldera, dengan arah dominan timur lautbarat daya (NE-SW) dan utara–selatan (N-S) (Nurseto et al., 2021). Pengembangan lapangan panas bumi tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya di reservoir, tetapi juga pada kemampuan sumur dalam mengalirkan fluida. Kemampuan produksi sumur dapat dievaluasi melalui output curve, yaitu kurva yang menggambarkan hubungan antara tekanan kepala sumur atau wellhead pressure (WHP) dan laju alir massa fluida. Hubungan tersebut penting untuk mengetahui respons produksi sumur terhadap perubahan tekanan operasi serta memperkirakan rentang produksi yang masih dapat dicapai oleh sumur. Pengujian produksi pada beberapa kondisi WHP merupakan salah satu dasar dalam penyusunan output curve dan penilaian kemampuan produksi sumur panas bumi (Melysa & Fitrianti, 2017). Fluida yang diproduksikan oleh suatu sumur dapat berasal dari satu atau beberapa feedzone, yaitu zona permeabel tempat fluida reservoir memasuki lubang sumur. Masing-masing feedzone dapat mempunyai tekanan, temperatur, dan produktivitas berbeda sehingga kontribusinya terhadap produksi sumur tidak selalu sama. Keberadaan feedzone umumnya diidentifikasi melalui survei Pressure, Temperature, and Spinner (PTS) (Azica et al., 2025). Penelitian Phasya et al (2025) menunjukkan bahwa analisis PTS flowing dapat digunakan untuk mengidentifikasi kedalaman feedzone sekaligus memperkirakan laju massa yang masuk dari masingmasing zona. Meskipun demikian, data PTS dan uji produksi belum sepenuhnya DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER 1 DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER 2 dapat menjelaskan perilaku fluida selama mengalir dari reservoir menuju kepala sumur. Aliran di dalam sumur dipengaruhi oleh kehilangan tekanan akibat gravitasi dan gesekan, perubahan diameter casing, pencampuran fluida dari beberapa feedzone, serta perubahan fase akibat penurunan tekanan. Oleh karena itu, diperlukan wellbore modeling untuk mengintegrasikan kondisi reservoir, karakteristik feedzone, konfigurasi sumur, dan kondisi produksi di permukaan. Model multi-feed dapat digunakan untuk menghitung distribusi tekanan, temperatur, dan kecepatan di dalam sumur, kontribusi masing-masing feedzone, serta kurva deliverabilitas pada kepala sumur (Tokita et al., 2005).

Description

Validasi dan Finalisasi Repositori File 29 September 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By