Evaluasi Model Kirkpatrick Pada Pelatihan Keterampilan Hantaran di SKB Ponorogo
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pendidikan berperan penting dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan individu, seperti yang diselenggarakan oleh Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), yang memberikan kesempatan bagi mereka yang tidak mendapatkan pendidikan formal. SKB Ponorogo menyelenggarakan pelatihan keterampilan hantaran untuk mendukung partisipasi budaya lokal dan membuka peluang bisnis. Evaluasi pelatihan di SKB Ponorogo hanya berfokus pada hasil langsung dari pembelajaran, yakni seberapa baik peserta memahami teori dan mampu mempraktikkan keterampilan tersebut selama sesi pelatihan tanpa mempertimbangkan hasil jangka panjang dari pelatihan tersebut. Maka dari itu, diperlukan evaluasi yang lebih menyeluruh. Penelitian ini merumuskan masalah dengan fokus mengenai Evaluasi Model Kirkpatrick Pada Pelatihan Keterampilan Hantaran Di SKB Ponorogo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelatihan keterampilan hantaran menggunakan Model Kirkpatrick dengan empat level: reaction (reaksi), learning (belajar), behavior (perilaku), dan result (hasil). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai hasil model evaluasi Kirkpatrick pada pelatihan keterampilan hantaran di SKB Ponorogo. Penelitian ini menggunakan jenis evaluatif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di SKB Ponorogo ditentukan dengan teknik purposive area, sedangkan informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi. Keabsahan data dilakukan melalui perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, serta triangulasi sumber dan teknik. Secara keseluruhan hasil evaluasi menunjukkan keberhasilan pada setiap levelnya. Level 1 reaction (reaksi), peserta menunjukkan kepuasan terhadap berbagai aspek pelatihan seperti fasilitas yang memadai termasuk WiFi, ruang kelas yang luas dan bersih, disediakan peralatan hantaran, dan kipas angin yang dapat menambah kenyamanan dalam belajar, serta penyampaian materi oleh tutor yang mudah dipahami oleh peserta didik, dan dukungan modul hantaran yang dibuat oleh SKB. Level 2 learning (pembelajaran), pelatihan ini telah memberikan kontribusi pada pemahaman dan motivasi peserta dalam menguasai keterampilan dasar pembuatan hantaran, hal ini terlihat dari kemampuan peserta dalam mengikuti langkah-langkah pembuatan hantaran, mengaplikasikan teknik dasar seperti melipat kain dan menghias, serta antusiasme peserta didik dalam melakukan tugas praktik. Level 3 behavior (perilaku), peserta menunjukkan perubahan perilaku, seperti meningkatnya kepercayaan diri, kreativitas, dan keberanian dalam menawarkan jasa pembuatan hantaran kepada keluarga maupun masyarakat sekitar. Level 4 result (hasil), pelatihan memberikan hasil nyata berupa peningkatan ekonomi melalui peluang usaha seperti menerima pesanan hantaran dan hampers, serta mendorong peserta untuk lebih mandiri dan produktif dalam menghasilkan karya bernilai jual. Namun pada 4 level ditemukan bahwa pada tingkat 1 masih ada fasilitas yang belum terpenuhi seperti penggunaan pengeras suara dan proyektor. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada level 1 reaction (reaksi), peserta puas dengan fasilitas dan penyampaian materi, pada level 2 learning (pembelajaran), pelatihan mendukung pemahaman dan keterampilan peserta dalam pembuatan hantaran, pada level 3 behavior (perilaku), peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan keberanian menawarkan hasil karya. Pada level 4 result (hasil), pelatihan memberikan hasil akhir yang berkelanjutan seperti, peserta didik dapat membuka peluang usaha yang mendukung kemandirian ekonominya. SKB Ponorogo disarankan untuk meningkatkan sarana dan prasarana, serta menyediakan pendampingan lanjutan. Peneliti selanjutnya dapat mengevaluasi keberlanjutan hasil jangka panjang dan keterampilan lain dengan pendekatan berbeda.
Description
Reupload file repositori 9 Februari 2026
