Beban Kerja Fisik, Iklim Kerja, dan Status Hidrasi pada Pekerja Industri Tahu Saudara Jaya dan Jamhari Kelurahan Gebang Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Pabrik tahu merupakan salah satu industri kecil menengah yang berpotensi
memiliki iklim kerja panas. Tubuh pekerja yang merasakan panas akan beradaptasi
dengan mengeluarkan keringat sebagai respon penyesuaian tubuh dengan
lingkungan. Beban kerja yang dipadukan suhu panas meningkatkan pengeluaran
keringat berlebih dapat menyebabkan dehidrasi. Status hidrasi digunakan untuk
mengetahui kategori pekerja terhidrasi atau dehidrasi. Berdasarkan hasil studi
pendahuluan meskipun telah disediakan disediakan galon air sebagai sumber
minum para pekerja, masih diperoleh bahwa 9 dari 10 orang diantaranya merasakan
gejala umum dehidrasi seperti rasa haus yang kuat dan 3 dari 10 merasakan mulut
kering atau lidah kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran beban
kerja fisik, iklim kerja, dan status hidrasi pada pekerja industri tahu Saudara Jaya
dan Jamhari Kelurahan Gebang Jember.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain penelitian
cross sectional. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling berjumlah
30 orang. Variabel independen dalam penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, masa
kerja, status gizi, asupan cairan, beban kerja fisik, iklim kerja, sedangkan variabel
dependennya adalah status hidrasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan
observasi, dokumentasi, wawancara asupan cairan dengan kuesioner BEVQ-15,
pengukuran berat badan dan tinggi badan, pengukuran iklim kerja dengan HT30
Heatstress WBGT meter, pengukuran status hidrasi dengan urine color chart. Data
dianalisis secara deskriptif melalui distribusi frekuensi dan crosstab. Penelitian
dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan
FKM Universitas Jember.
Description
Reaploud Repository February_agus
