Perilaku Verbal dan Nonverbal orang Madura Latah: Studi Kasus di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas ilmu budaya
Abstract
Perilaku orang Madura latah di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru,
Kabupaten Sumenep menarik untuk diteliti karena mereka berperilaku verbal dan
nonverbal tidak seperti orang kebanyakan, dan terdapat faktor yang menyebabkan
mereka menjadi latah. Di dalam tesis ini dikaji tiga hal, yaitu: (1) perilaku verbal
apa saja yang dilakukan oleh orang Madura latah di Desa Matanair, Kecamatan
Rubaru, Kabupaten Sumenep, (2) perilaku nonverbal apa saja yang dilakukan oleh
orang Madura latah di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep,
(3) faktor apa yang menyebabkan orang Madura menjadi latah?. Tujuan dalam
penelitian ini, yakni untuk mendeskripsikan perilaku verbal dan nonverbal orang
Madura latah di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, dan
faktor penyebab orang Madura menjadi latah. Data perilaku verbal dalam penelitian
ini adalah bahasa latah yang berbentuk kata, frasa ataupun kalimat. Data perilaku
nonverbal berupa reaksi subjek ketika mereka menerima stimulus baik secara verbal dan
nonverbal, yang berupa gerakan bagian tubuh seperti sentuhan, gelitikan, tepukan, ataupun
suara yang keras atau pelan. Data faktor yang menyebabkan subjek berperilaku latah,
yakni berupa pengakuan yang dikemukakan oleh subjek. Teknik pengumpulan
data dilakukan dengan teknik simak, teknik simak libat cakap, teknik rekam suara
dan gambar, teknik catat, teknik wawancara, dan metode eksperiment.
Selanjutnya, untuk menganalisis data peneliti menggunakan metode agih, teknik
BUL dan teknik lanjut ganti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku latah verbal jenis
ekolalia, dapat dikatakan bahwa respons subjek bergantung pada stimulus yang diberikan
oleh pemberi stimulus baik peneliti, PP, maupun TT. Ketika peneliti, PP, dan TT
mengucapkan dalam bentuk kata, frasa, maupun kalimat, maka subjek merespons,
seperti bentuk kata, frasa, kalimat, dan frasa dengan menambahkan kata “[pala?,
pala?ən, pəllɛr, dan pͻkɛ]” sambil mengulang. Mereka juga melakukan perilaku
verbal coprolalia, kesebelas subjek ini dengan spontan menyebutkan alat kelamin
laki-laki maupun perempuan karena diberi rangsangan oleh peneliti, PP1, PP3 dan
TT
baik secara verbal, nonverbal, maupun verbal dan nonverbal. Latah
ekopraksia, yaitu subjek mengucapkan kata-kata kasar, tidak sopan, dan
menyinggung perasaan orang lain dalam kondisi refleks. Automatic obedience,
yaitu keenam subjek melakukan perintah orang lain, seperti berteriak, menari,
memiringkan kepalanya, dan menangis. Selain itu, subjek penelitian ini ada yang
berperilaku latah automatic obedience yang sangat membahayakan, yakni
memukul orang lain tanpa diperintah. Auto ekolalia, yakni subjek memunculkan
dan mengulang kata-kata yang diucapkannya sendiri ketika diberi stimulus oleh
orang lain. Sebagian dari kata-kata tersebut terdapat penambahan kata “penis” dan
“vagina”. Pengulangan bentuk kata tersebut bervariasi, yakni berbentuk kata, frasa
dan kalimat. Adapun perilaku nonverbal ketika mereka mendapatkan stimulus, yakni
semua subjek menggerakkan badannya, di antaranya menggerakkan tangan,
mengangkat kedua tangan, menggerakkan paha, bahu, kedua kaki, mulut,
menutup mulut, dan menggerakkan kepala. Perilaku nonverbal yang paling unik
adalah ketika beberapa subjek meniru dan melakukan perintah orang lain seperti
menari, berteriak, menangis, dan memukul orang, menerjang, dan memukul lantai
secara spontan. Berdasarkan hasil wawancara, mereka menjadi latah disebabkan
oleh faktor lingkungan, faktor imitasi, faktor sugesti, dan faktor mimpi. Mereka
bermimpi alat kelamin laki-laki maupun perempuan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa ketiga belas subjek tidak hanya berperilaku
latah pada satu jenis saja, namun mereka juga dapat berperilaku latah lebih dari
dua jenis dan mereka tidak pernah berperilaku latah dengan mengumpat ketika
diberi stimulus oleh orang lain. Sebagian dari tuturan tersebut terdapat kata-kata
yang dapat dikategorikan sebagai [ǝŋggʰi-ǝntǝn], yakni ragam bahasa Madura
abhasa seperti [dʰika].
Description
reupload file repository 7 april 2026 izza/tofik
