Hubungan antara Persentase Lemak Tubuh, Kualitas Tidur dan Tingkat Stres dengan Kejadian Hipertensi pada Remaja
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Hipertensi adalah kondisi tekanan darah meningkat dalam pembuluh arteri
secara tidak teratur. Hipertensi biasanya dialami oleh seseorang berusia lanjut,
namun tidak menutup kemungkinan tekanan darah tinggi bisa terjadi mulai usia
remaja. Remaja dikatakan hipertensi apabila hasil pengukuran tekanan darah
sebesar 130-139/80-89 mmHg atau >95 persentil ditambah 11 mmHg. Menurut data
Riskesdas, angka hipertensi di Indonesia meningkat dari 28,5% pada tahun 2013
menjadi 34,1% pada tahun 2018. Kabupaten Bondowoso memiliki prevalensi
hipertensi usia ≥15 tahun sebesar 14,6% kemudian meningkat menjadi 31,6% pada
tahun 2023. Kecamatan Bondowoso merupakan kecamatan yang memiliki
prevalensi hipertensi tertinggi sebesar 25,5%. Berdasarkan pedoman Joint National
Committee (JNC) 2013, angka hipertensi secara nasional pada usia 15-17 tahun
adalah 5,3%. Meningkatnya prevalensi hipertensi ini dipengaruhi oleh faktor risiko
hipertensi meliputi usia, jenis kelamin, riwayat hipertensi keluarga, status gizi,
aktivitas fisik yang kurang, kualitas tidur yang buruk, tingkat stres berlebihan, serta
faktor risiko lainnya. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui hubungan
antara persentase lemak tubuh, kualitas tidur, dan tingkat stres dengan hipertensi
pada remaja.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross
sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2025. Populasi
dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMKN 1 Bondowoso kelas 10 dan 11.
Penentuan sampel menggunakan metode probability sampling dengan teknik
sampling stratified random sampling dan dihasilkan sampel sejumlah 90
responden. Instrumen penelitian untuk mengukur persentase lemak tubuh adalah
BIA Omron, tekanan darah menggunakan Sphygmomanometer Digital, penilaian
kualitas tidur menggunakan PSQI dan tingkat stress menggunakan PSS-10. Uji
statistik yang digunakan untuk menganalisis data adalah uji chi-square
menggunakan aplikasi SPSS.
Berdasarkan hasil penelitian, distribusi frekuensi berdasarkan jenis kelamin,
sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (85,6%). Distribusi
frekuensi berdasarkan usia paling banyak responden berusia 16 tahun (58,9%),
sedangkan berdasarkan riwayat penyakit keluarga diperoleh hasil mayoritas
responden tidak memiliki riwayat penyakit hipertensi keluarga (82,2%). Hasil
pengukuran tekanan darah diperoleh responden dengan pra hipertensi sebesar
15,8% dan responden dengan hipertensi sebesar 13,1%. Jumlah responden yang
memiliki persentase lemak tubuh overfat sebesar 22,2% dan obese sebesar 14,4%.
Responden dengan kualitas tidur buruk sebesar 62,2% serta responden dengan stres
berat sebesar 5,6%. Berdasarkan hasil analisis didapatkan hasil persentase lemak
tubuh berhubungan dengan hipertensi remaja dengan p-value 0,002. Kualitas tidur
juga berhubungan dengan hipertensi remaja dengan p-value 0,005. Namun, tingkat
stress tidak memiliki hubungan dengan hipertensi remaja dengan p-value 0,335.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah persentase lemak tubuh dan kualitas
tidur berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi pada remaja. Saran yang
diberikan kepada remaja adalah perlu mengurangi asupan lemak berlebih serta
mengubah gaya hidup seperti melakukan aktivitas fisik dan memanajemen waktu
dengan baik. Pihak sekolah dan puskesmas juga perlu memonitoring kesehatan
remaja secara berkala melalui skrining kesehatan
Description
Reuploud file repositori 5 maret 2026_Firli
