Asuhan Keperawatan Intoleransi Aktivitas (CVA Infark) dengan Terapi ROM Pasif dan Kompres Hangat di RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan
| dc.contributor.author | Muhamad Afandi | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-27T08:48:32Z | |
| dc.date.issued | 2026-08-27 | |
| dc.description | Finalisasi 27 Agustus 2026_Yudi | |
| dc.description.abstract | CVA infark atau bisa disebut Stroke iskemik merupakan salah satu penyebab utama kecacatan yang dapat menimbulkan kelemahan otot ekstremitas, gangguan mobilitas, serta intoleransi aktivitas. Kondisi ini dapat menyebabkan pasien mudah lelah, mengalami keterbatasan dalam bergerak, beraktivitas dan membutuhkan bantuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk dapat membantu meningkatkan kemampuan aktivitas pasien. Salah satunya adalah melalui terapi Range of Motion (ROM) pasif dan kompres hangat. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan proses asuhan keperawatan pada pasien stroke non-hemoragik (CVA infark) dengan intoleransi aktivitas yang mendapatkan intervensi ROM pasif dan kompres hangat di RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. Desain yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi pada satu orang klien. Studi kasus juga banyak digunakan dalam laporan asuhan keperawatan pasien stroke dengan intervensi ROM pasif karena dapat menggambarkan secara mendalam perubahan toleransi aktivitas, kekuatan otot, rentang gerak sendi, serta kemampuan aktivitas klien setelah pemebemrian intervensi selama beberapa hari perawatan. Dalam studi ini, fokus intervensi yang diberikan meliputi latihan ROM pasif untuk mencegah kekakuan sendi dan meningkatkan fleksibilitas otot untuk meningkatkan toleransi aktivitas, serta kompres hangat yang dapat membantu merelaksasi otot dan mengurangi ketegangan. Penulisan ini, disajikan naratif untuk menggambarkan kronologi pelaksanaan asuhan keperawatan, respon ataupun pengalaman klien terhadap terapi ROM pasif, dan kompres hangat, serta keterlibatan keluarga dalam proses perawatan, baik di rumah sakit maupun dalam persiapan perawatan lanjutan di rumah. Partisipan penelitian adalah Tn. K usia 48 tahun yang memiliki riawayat jantung dari dengan keluhan lemas, mudah lelah, serta sulit menggerakan anggota gerak kiri dengan bicara cadel dan mulut yang perot ke kanan, IMT 29,4 (overweight) dari tinggi 170 dan berat badan 85 dengan tekanan darah 180/120 di IGD. Hasil asuhan keperawatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan aktivitas, penurunan kekakuan otot, perbaikan rentang gerak, kekuatan otot, serta meningkatnya kenyamanan klien untuk melakukan aktivitas sehari-hari dari kategori C menjadi kategori A dalam indeks katz dengan perbaikan frekunsi nadi di hari ketiga dari 89x/menit menjadi 82x/menit. Selain itu, klien menjadi lebih kooperatif dalam latihan dengan keluarga yang juga berperan aktif dalam membantu pelaksanaan terapi. Dengan demikian, kombinasi ROM pasif, dan kompres hangat dapat menjadi intervensi keperawatan yang efektif dalam menangani intoleransi aktivitas pada pasien CVA infark. | |
| dc.description.sponsorship | Ns. Mokh. Sujarwadi, S.Kep., M.Kep | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/14505 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.subject | CVA Infark | |
| dc.subject | Intoleransi Aktivitas | |
| dc.subject | ROM Pasif | |
| dc.subject | Kompres Hangat | |
| dc.subject | Asuhan Keperawatan. | |
| dc.title | Asuhan Keperawatan Intoleransi Aktivitas (CVA Infark) dengan Terapi ROM Pasif dan Kompres Hangat di RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan | |
| dc.type | Other |
Files
Original bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- LTA CVA INFARK (Intoleransi Aktivitas) FIX M.Afandi terbaru.pdf
- Size:
- 2.07 MB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed to upon submission
- Description:
