Strategi Petani Kapulaga Dalam Memenuhi Kebutuhan Pokok Keluarga Pasca Pandemi Covid-19 (Studi Deskriptif di Desa jambekumbu, Kecamatan Pasrujambe Kabupaten Lumajang)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Kebutuhan pokok keluarga merupakan hal mendasar yang harus dipenuhi untuk kelangsungan hidup dan kesejahteraan individu maupun anggota keluarga. Kebutuhan pokok mencakup, seperti makanan, pakaian, serta tempat tinggal yang nyaman. Pada awal tahun 2020, kebutuhan pokok mengalami peningkatan sebagai dampak dari pandemi covid-19. Pemerintah menerapkan kebijakan Social Distancing yang membatasi aktivitas masyarakat di luar rumah. Sebagian warga Desa Jambekumbu tetap bekerja sebagai petani kopi. Namun, karena harga kopi menurun selama pandemi, banyak petani mulai beralih menanam tanaman lain seperti kapulaga. Pada masa pandemi covid-19, kapulaga menjadi tanaman yang dicari sebab tanaman kapulaga langka dan dimanfaatkan sebagai bahan obat, sehingga harga jualnya meningkat. Berdasarkan informasi dari media Info Publik, harga kapulaga di Kecamatan Pasrujambe sempat mencapai Rp170.000 hingga Rp260.000 per kilogram. Namun setelah pandemi mereda, harga kapulaga menurun drastis akibat melimpahnya pasokan yang menyebabkan penumpukan dan pembusukan. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Desa Jambekumbu, tetapi juga di daerah lain seperti Desa Pangandaran, di mana harga kapulaga turun menjadi Rp50.000 hingga Rp70.000 per kilogram.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui, mengkaji, dan menjelaskan bagaimana strategi petani kapulaga dalam memenuhi kebutuhan pokok keluarga pasca pandemi covid- 19. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling serta pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi dalam memenuhi kebutuhan pokok keluarga yang dilakukan oleh petani kapulaga di Desa Jambekumbu pasca pandemi covid-19 adalah dengan menambah pemasukan melalui usaha tambahan, meminimalisir pengeluaran biaya operasional, serta memanfaatkan jaringan sosial. Menambah pemasukan dengan usaha tambahan dilakukan petani kapulaga dengan cara bekerja sampingan menjadi buruh kapulaga dan berjualan tahu. Selanjutnya, meminimalisir pengeluaran biaya operasional dengan cara mengurangi tenaga buruh kapulaga dan digantikan dengan alat osrokan yang hanya membutuhkan satu hingga dua orang yang dapat dilakukan dengan keluarga maupun kerabat. Kemudian memanfaatkan jaringan sosial, dilakukan petani kapulaga dengan cara berhutang kepada kerabat atau toko sembako. Secara keseluruhan, strategi yang dilakukan oleh petani kapulaga Desa Jambekumbu, dapat memenuhi kebutuhan pokok keluarga, meskipun hanya bersifat sementara.
Description
Reupload File Repositori 10 Februari 2026_Yudi/Rega
