Demokratis, Inovatif Dan Pemecah Masalah : Sebuah Gaya Kepemimpinan Kelompok Tani Pendorong Peningkatan Produktivitas Petani
| dc.contributor.author | Suhita Wiratri | |
| dc.date.accessioned | 2026-04-09T03:14:39Z | |
| dc.date.issued | 2017-09-25 | |
| dc.description | reupload file repositori 8 april 2026 kurnadi/fani | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan ketua kelompok tani Budi Mulia di desa Gandusari Trenggalek dengan menggunakan analisis teori kepemimpinan kharismatik Max Weber. Kelompok tani dijabarkan sebagai suatu kumpulan petani yang terbentuk dengan didasarkan pada adanya kebutuhan sehari-hari seperti sandang, pangan, papan, maupun kebutuhan dalam proses pertanian. Kebutuhan berupa sandang, pangan, dan papan dapat terpenuhi jika produktivitas pertanian berhasil. Sedangkan dalam proses pertanian, mulai dari perencanaan, produksi, maupun distribusi juga memiliki kebutuhan khusus seperti ilmu pengetahuan, peralatan pertanian, pupuk, dan sejenisnya. Maka dari itu, semakin baik hasil produksi pertanian, maka semakin banyak kebutuhan-kebutuhan tersebut yang dapat dipenuhi. Dengan demikian, para petani desa Gandusari khususnya yang terletak di dusun Gandusari, kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek berinisitif membentuk kelompok tani. Kelompok tani Budi Mulia mulai berkembang sejak diketuai oleh Pak Sukatno pada tahun 2007 sampai sekarang. Pak Sukatno menjadi agen perubahan khususnya dalam bidang pertanian di Gandusari karena gaya kepemimpinan yang disukai. Dari perannya memimpin kelompok tani, banyak perubahan positif yang dirasakan oleh anggota kelompok tani Budi Mulia. Mulai dari adanya pengukuhan oleh Bupati setempat, sampai dengan memiliki inventaris berupa peralatan pertanian yang cukup lengkap dan bekerjasama dengan perusahan yang melibatkan petani desa Gandusari. Selain itu sebagai pribadi yang visioner, beliau berusaha mempertahankan dan mengembangkan produktivitas kelompok tani Budi Mulia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian adalah di Desa Gandusari yang terletak di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara mendalam dengan teknik purposive sampling, dan dokumentasi. Teknik untuk menguji keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi data. Analisis teori yang digunakan dalam fenomena dalam penelitian kali ini adalah teori Max Weber yaitu tentang tipologi kepemimpinan. Hasil penelitian antara lain : 1. Gaya kepemimpinan kelompok tani Budi Mulia adalah demokratis, inovatif, dan pemecah masalah. 2. Faktor pembentuk gaya kepemimpinan ada dua yaitu internal yaitu diri sendiri, dan eksternal yaitu lingkungan dan pengalaman. 3. Ciri-ciri kepemimpinan demokratis, inovatif, dan pemecah masalah yang diterapkan meliputi adanya musyawarah, keterbukaan dalam kelompok, dan mengutamakan pasrtisipasi pengurus maupun anggota kelompok tani yang tergambar dalam kegiatan komunikasi, perencanaan, dan pemecah masalah (problem solver). 4. Gaya kepemimpinan tersebut berdampak positif bagi kelompok tani Budi Mulia, secara umum dalam peningkatan produktivititas pertanian. Dengan demikian maka tergambar bahwa peran ketua sebagai pemimpin sangat dibutuhkan sebagai penggerak dalam kelompok tani. Gaya kepemimpinan yang demokratis terbukti lebih menghidupkan kelompok sehingga perlu diterapkan sebagai upaya pengembangan kelompok tani. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Raudlatul Jannah S.Sos., M.Si | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/6757 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | |
| dc.subject | Demokratis | |
| dc.subject | Inovatif | |
| dc.title | Demokratis, Inovatif Dan Pemecah Masalah : Sebuah Gaya Kepemimpinan Kelompok Tani Pendorong Peningkatan Produktivitas Petani | |
| dc.type | Other |
