Pengaruh Model Pembelajaran Osborn terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMAN 2 Jember pada Materi Fungsi Kuadrat
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Berpikir kreatif adalah kemampuan yang dimiliki setiap orang untuk
memunculkan pemikiran baru dan memandang permasalahan dengan berbagai
sudut pandang, sehingga didapatkan beragam solusi untuk menyelesaikan suatu
permasalahan. Berpikir kreatif merupakan salah satu aspek penilaian pada
Kurikulum Merdeka yang saat ini telah diimplementasikan pada beberapa jenjang
pendidikan. Osborn adalah salah satu model pembelajaran yang dapat
meningkatkan kemampuan berpikir kreatif. Osborn menggunakan teknik
brainstorming atau dapat disebut curah pendapat, sehingga menuntut siswa berpikir
secara bebas untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Salah satu materi kelas X
yang memiliki penyelesaian yang beragam guna memunculkan pemikiran pemikiran kreatif siswa, adalah materi fungsi kuadrat. Oleh karena itu perlu
dilakukan penelitian untuk mengkaji bagaimana Pengaruh Model Pembelajaran
Osborn Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMAN 2 Jember pada
Materi Fungsi Kuadrat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah model pembelajaran Osborn
berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SMAN 2
Jember pada materi fungsi kuadrat dan mengkaji bagaimanakah pengaruh model
pembelajaran Osborn terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SMAN 2 Jember
pada materi fungsi kuadrat.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian
eksperimen dengan desain penelitian quasi experiment. Bentuk desain
penelitiannya yaitu Nonequivalent control-group design dengan metode
pengumpulan data yang digunakan yaitu metode tes tulis, observasi dan
dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 2 Jembersemester Genap tahun ajaran 2022/2023, dengan sampel penelitian yaitu dua kelas
yang dipilih secara acak setelah dinyatakan kemampuan matematika semua kelas
X adalah homogen. Kedua kelas tersebut adalah kelas X.8 sebagai kelas eksperimen
dan kelas X.10 sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen pembelajaran
menggunakan model pembelajaran Osborn, sedangkan pada kelas kontrol
menggunakan pembelajaran konvensional.
Setelah pengujian pretest dan posttest pada kedua kelas, hasil data pretest dan
posttest dianalisis dengan menggunakan uji statistik yang berbantuan aplikasi R
Studio. Hasil rata-rata nilai pretest antar kedua kelas tidak memiliki perbedaan yang
signifikan, kelas eksperimen dengan nilai 10,06 dan kelas kontrol dengan nilai
11,553. Nilai rata-rata kedua kelas tersebut, berdasarkan kategori tingkat
kemampuan bepikir kreatif berada pada tingkatan tidak kreatif. Pada nilai rata-rata
posttest, kedua kelas memiliki perbedaan nilai yang signifikan. Kelas eksperimen
memiliki nilai rata-rata sebesar 73,144 atau berada pada tingkatan kreatif,
sedangkan kelas kontrol memiliki nilai rata-rata yaitu 59,659 atau berada pada
tingkatan cukup kreatif. Pada hasil uji Independent Sample T-Test menunjukkan
bahwa besar p-value dari kemampuan berpikir kreatif siswa setelah pembelajaran
adalah 0,000 maka berdasarkan dasar pengambilan keputusan rata-rata nilai siswa
kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Pada uji T-Pihak Kanan
didapatkan nilai thitung adalah 7,9032 dan nilai ttabel adalah 1,69552, maka thitung >
ttabel yang artinya penerapan model pembelajaran Osborn pada kelas eksperimen
berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa.
Description
Reupload file repository 3 Februari 2026_Arif/Halima
