Hubungan Kesejahteraan Spiritual dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di RSD dr. Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Pasien hipertensi umumnya mengalami kecemasan dan depresi akibat berbagai
faktor seperti usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi, pekerjaan, serta gaya
hidup. Hal tersebut berdampak pada tekanan darah yang tidak terkontrol sehingga
dapat menyebabkan terjadinya komplikasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan
untuk mengatasi stres dan menjaga tekanan darah yaitu melalui kesejahteraan
spiritual. Kesejahteraan spiritual merupakan kondisi yang mencerminkan perasaan
positif terhadap kehidupan dan terbukti efektif dalam membantu individu mencapai
ketenangan jiwa, mempertahankan homeostasis tubuh, serta mengurangi gejala
depresi dan kecemasan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan
kesejahteraan spiritual dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di RSD dr.
Soebandi Jember.
Rancangan penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross
sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability
sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden.
Pengumpulan data kesejahteraan spiritual menggunakan kuesioner FACIT-Sp-12
(Functional Assessment of Chronic Illness Therapy - Spiritual Well-Being 12 Item
Scale) dan tekanan darah diukur dengan sphygmomanometer digital merek Omron
tipe HEM-7121J. Analisa data menggunakan uji korelasi point biserial dan uji
regresi logistik biner dengan tingkat signifikasi 0,05.
Pada penelitian ini didapatkan bahwa nilai rata-rata kesejahteraan spiritual
responden adalah 39,67 (pada rentang skor penilaian 0–48) dan mayoritas
responden memiliki tekanan darah yang tidak terkontrol (60%). Hasil uji korelasi
point biserial menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara
kesejahteraan spiritual dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Poli Jantung
dan Pembuluh Darah RSD dr. Soebandi Jember (p-value = 0,006; r = +0,493).
Sedangkan, hasil uji regresi logistik biner menunjukkan bahwa kesejahteraan spiritual merupakan prediktor yang signifikan terhadap tekanan darah (p-value =
0,019; B = 0,315; OR = 1,370).
Keyakinan spiritual dapat menjadi salah satu sumber koping yang bermanfaat
sebagai sumber harapan dan dapat mempertahankan kemampuan seseorang dalam
mengatasi kondisi yang tidak diharapkan dalam kehidupannya. Sehingga,
spiritualitas ini memberikan efek positif terhadap kesehatan mental seperti depresi
dan dapat meningkatkan resiliensi terhadap kondisi yang dirasakan pasien
hipertensi. Hal tersebut membantu seseorang dalam mengelola stres dan
mempertahankan homeostasis tubuh sehingga tekanan darah menjadi terkontrol.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kesejahteraan
spiritual dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Poli Jantung dan Pembuluh
Darah RSD dr. Soebandi Jember. Oleh karena itu, diharapkan bagi perawat sebagai
tenaga kesehatan untuk mengintegrasikan aspek spiritual ke dalam asuhan
keperawatan sebagai bentuk promosi kesehatan dan pengelolaan hipertensi dalam
jangka panjang.
Description
Reupload file repository 10 februari 2026 Maya/mita
