Perbandingan Regresi Cox Proportional Hazard dan Regresi Weibull pada Analisis Ketahanan Hidup Pasien Penyakit Jantung Koroner

dc.contributor.authorIlhan Agra Al Rifky
dc.date.accessioned2026-02-26T04:29:52Z
dc.date.issued2025-07-01
dc.descriptionReupload file repository 26 Februari 2026_Yudi
dc.description.abstractPenyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyakit yang termasuk ke dalam kategori penyakit kardiovaskular (organ yang terlibat dalam peredaran darah). PJK terjadi ketika ada penumpukan plak di dinding arteri jantung yang mengganggu aliran darah ke jantung. Pada tahun 2024, kasus kematian akibat PJK di Indonesia menempati urutan kedua setelah stroke dengan jumlah 12,63% dari total penyebab kematian di Indonesia pada tahun 2024. Oleh karena jumlah penderitanya yang bisa dikatakan banyak, maka perlu dilakukan pencegahan atau antisipasi terhadap faktor risiko. Salah satunya adalah analisis survival terhadap faktor yang diduga berpengaruh terhadap ketahanan hidup pasien PJK. Analisis survival pada penelitian yang dilakukan menggunakan dua metode yang berbeda, yaitu regresi Cox Proportional Hazard (PH) dan Regresi Weibull, untuk mengetahui metode mana yang lebih cocok untuk diterapkan pada data yang digunakan. Data yang digunakan adalah data pasien PJK yang melakukan rawat inap di RSD Dr. Soebandi Kabupaten Jember sebanyak 56 data dan 8 diantaranya mengalami event. Variabel prediktor yang digunakan adalah faktor-faktor yang diduga mempengaruhi ketahanan hidup pasien PJK, yaitu jenis kelamin, fraksi ejeksi ventrikel kiri (persentase darah mengalir keluar dari ventrikel kiri) (LVEF), kegagalan ventrikel kanan (RVF), indeks massa tubuh (IMT), diabetes melitus, hipertensi, gagal jantung, dan status PJK. Proses perhitungan pada penelitian yang dilakukan mengunakan software R. Langkah penelitian yang dilakukan adalah pengambilan data, analisis deskriptif variabel pada data, pengujian multikolinearitas, pembentukan kurva survival Kaplan-Meier kemudian dilakukan uji Log-Rank, pengujian kesesuaian distribusi, meregresikan data yang digunakan menggunakan regresi Cox PH dan regresi Weibull, membandingan hasil yang diperoleh dari dua regresi yang digunakan, menyimpulkan hasil yang diperoleh. Hasil penelitian diperoleh model terbaik dari masing-masing regresi yang digunakan dalam penelitian, regresi yang cocok untuk digunakan dalam penelitian, dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap waktu ketahanan hidup pasien PJK berdasarkan regresi yang cocok dalam penelitian dan hazard ratio dari regresi yang cocok dalam penelitian. Model regresi yang cocok pada penelitian adalah regresi Cox PH terdiri dari variabel usia, LVEF, IMT, hipertensi, dan gagal jantung. Dengan demikian, model terbaik regresi Cox PH adalah ℎ ̂(𝑡) = ℎ0(𝑡)exp(0,30𝑋2 − 1,13𝑋3 +0,30𝑋7 +2,98𝑋7 +5,48𝑋8) Sedangkan model terbaik dari regresi Weibull terdiri dari variabel jenis kelamin, usia, LVEF, RVF, IMT, diabetes melitus, hipertensi, gagal jantung, dan status PJK. Dengan demikian, model terbaik regresi Weibull adalah ℎ ̂(𝑡) = exp(9,53 − 0,36𝑋1 −0,05𝑋2 +0,02𝑋3 −0,53𝑋4 −0,12𝑋5 +0,72𝑋6 −1,26𝑋7 −0,74𝑋8 −0,96𝑋9)×5,155𝑡4,155 Nilai AIC dari kedua regresi yang digunakan adalah sebesar 30,04 untuk regresi Cox PH dan 53,19 untuk regresi Weibull. Berdasarkan nilai AIC yang diperoleh, regresi Cox PH merupakan regresi yang cocok digunakan dalam penelitian yang dilakukan karena menghasilkan nilai AIC yang lebih kecil daripada nilai AIC regresi Weibull. Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu ketahanan hidup pasien PJK berdasarkan model regresi yang cocok digunakan pada penelitian yang dilakukan adalah usia, LVEF, IMT, hipertensi, dan gagal jantung. Pasien PJK kategori usia dewasa akhir memiliki risiko penurunan ketahanan hidup sebesar 0,73 kali daripada pasien PJK kategori usia dewasa awal. Pasien PJK kategori usia lansia memiliki risiko penurunan ketahanan hidup sebesar 29,5 kali daripada pasien PJK kategori usia dewasa awal. Pasien PJK kategori LVEF menurun sedang memiliki risiko penurunan ketahanan hidup sebesar 1,83 kali daripada pasien PJK kategori LVEF normal. Pasien PJK kategori LVEF menurun drastis memiliki risiko penurunan ketahanan hidup sebesar 2,89 kali daripada pasien PJK kategori LVEF normal. Pasien PJK kategori IMT kurus memiliki risiko penurunan ketahanan hidup sebesar 4,08 kali daripada pasien PJK kategori IMT normal. Pasien PJK kategori IMT berat badan lebih memiliki risiko penurunan ketahanan hidup sebesar 3,17 kali daripada pasien PJK kategori IMT normal. Pasien PJK kategori IMT obesitas memiliki risiko penurunan ketahanan hidup sebesar 9,12 kali daripada pasien PJK kategori IMT normal. Pasien PJK dengan dengan riwayat hipertensi memiliki risiko penurunan ketahanan hidup sebesar 19,8 kali daripada pasien PJK tanpa riwayat gagal jantung. Pasien PJK dengan dengan riwayat gagal jantung memiliki risiko penurunan ketahanan hidup sebesar 241,9 kali daripada pasien PJK tanpa riwayat gagal jantung.
dc.description.sponsorshipDr. Mohamat Fatekurohman, S.Si., M.Si. - Prof. Drs.I Made Tirta, M.Sc., Ph.D.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4645
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
dc.subjectRegresi Cox Proportional Hazard
dc.subjectRegresi Weibull
dc.subjectKetahanan Hidup Pasien Penyakit Jantung
dc.titlePerbandingan Regresi Cox Proportional Hazard dan Regresi Weibull pada Analisis Ketahanan Hidup Pasien Penyakit Jantung Koroner
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Ilhan Agra Al Rifky - 211810101068.pdf
Size:
1.27 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: