Persepsi Masyarakat Terkait Pelayanan Infrastruktur Ramah Anak Di Ruang Terbuka Hijau Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Nadira Avionalista/Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis persepsi
masyarakat terkait pelayanan infrastruktur Ramah Anak di Ruang Terbuka Hijau
Kabupaten Jember, dan dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pelayanan Ruang
Bermain Ramah Anak (RBRA) pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten
Jember, yang memunculkan perbedaan persepsi di masyarakat. Kondisi ini
menunjukkan adanya ketimpangan antara capaian status Kabupaten Layak Anak
(KLA) kategori Nindya dengan ketersediaan serta kualitas RBRA di ruang publik.
Secara normatif, pelayanan infrastruktur RBRA telah diatur dalam kebijakan
Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 12
Tahun 2022 tentang Kabupaten/Kota Layak Anak serta Pedoman RBRA oleh
Kementerian PPPA (2021), yang menekankan pemenuhan standar fasilitas bermain
yang aman, inklusif, dan ramah anak. Namun, implementasinya di tingkat daerah
belum sepenuhnya sesuai dengan standar tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang bertujuan
untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap pelayanan infrastruktur RBRA di
RTH Kabupaten Jember. Lokasi penelitian meliputi enam RTH yang berfungsi
sebagai ruang publik dan area bermain anak. Populasi penelitian adalah masyarakat
pengguna RTH, dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang
disusun berdasarkan enam indikator RBRA, yaitu: lokasi dan pemanfaatan ruang
RBRA, aksesibilitas, material dan peralatan bermain, keselamatan dan keamanan,
sanitasi dan kebersihan, serta kenyamanan dan pengelolaan. Data pendukung
diperoleh melalui data kuesioner, observasi dan dokumentasi. Analisis data
dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa mean, median, modus, dan
distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator lokasi dan
pemanfaatan RBRA serta material dan peralatan bermain belum memenuhi standar
RBRA. Sementara itu, indikator aksesibilitas, keselamatan dan keamanan, sanitasi
dan kebersihan, serta kenyamanan dan pengelolaan telah memenuhi standar, namun
masih memerlukan pembenahan. Temuan ini menegaskan bahwa pelayanan RBRA
di RTH Kabupaten Jember belum optimal dan belum sepenuhnya sejalan dengan
ketentuan regulasi serta capaian status KLA kategori Nindya. Oleh karena itu,
diperlukan peningkatan kualitas, pemerataan fasilitas, dan penguatan pengelolaan
RBRA secara berkelanjutan.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 18 Juni 2026_Kholif Basri
