Pengaruh Model Core (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) Terhadap Kemampuan Argumentasi Siswa MTs Pada Materi Bilangan Rasional

dc.contributor.authorNandini Prastika Damayanti
dc.date.accessioned2026-08-12T00:55:28Z
dc.date.issued2026-07-13
dc.descriptionValidasi dan Finalisasi Repositori File 12 Agustus 2026_Kholif Basri
dc.description.abstractPenelitian ini dilatar belakangi oleh masih rendahnya kemampuan argumentasi siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi bilangan rasional. Dalam proses pembelajaran, siswa cenderung mampu memperoleh jawaban akhir, namun belum mampu memberikan alasan yang logis dan sistematis terhadap proses penyelesaian yang dilakukan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir yang lebih terstruktur, seperti model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) terhadap kemampuan argumentasi siswa MTs pada materi bilangan rasional serta untuk mengetahui perbedaan kemampuan argumentasi siswa antara kelas yang menggunakan model CORE dan kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional jenis ekspositori. Model CORE digunakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa dalam menghubungkan pengetahuan awal dengan konsep baru, mengorganisasi informasi yang diperoleh, merefleksikan proses berpikir, serta memperluas pemahaman konsep yang telah dipelajari. Penelitian ini dilaksanakan di MTsN 5 Jember pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Desain penelitian yang digunakan adalah non equivalent control group design dengan melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diberikan perlakuan menggunakan model CORE dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional jenis ekspositori. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal pretest dan posttest berbentuk uraian berdasarkan indikator kemampuan argumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan data hasil penelitian yang meliputi nilai rata-rata, nilai tertinggi, nilai terendah dari nilai pretest dan posttest. Selanjutnya, analisis statistik inferensial diawali dengan uji prasyarat, yaitu uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk dan uji homogenitas menggunakan Levene Test. Kemudian dilanjutkan dengan uji independent sample t-test untuk mengetahui perbedaan kemampuan argumentasi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, uji paired sample t-test untuk mengetahui perubahan kemampuan argumentasi siswa pada kelas eksperimen sebelum dan sesudah pembelajaran, serta analisis effect size untuk mengetahui besarnya pengaruh model CORE terhadap kemampuan argumentasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan perlakuan, tidak terdapat perbedaan kemampuan argumentasi yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji independent sample t-test pada data pretest yang memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,606 > 0,05. Setelah diberikan perlakuan, terdapat perbedaan kemampuan argumentasi antara siswa yang belajar menggunakan model CORE dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional ekspositori, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Selain itu, hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang menunjukkan bahwa penerapan model CORE memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan argumentasi siswa pada kelas eksperimen. Hasil analisis effect size memperoleh nilai sebesar 1,527 yang termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) berpengaruh terhadap kemampuan argumentasi siswa MTs pada materi bilangan rasional. Dengan demikian, model CORE dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan argumentasi siswa dalam pembelajaran matematika.
dc.description.sponsorshipRandi Pratama Murtikusuma S.Pd., M.Pd.
dc.identifier.otherKholif Basri
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/13742
dc.language.isoOther
dc.publisherFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
dc.subjectkemampuan argumentasi
dc.subjectpembelajaran matematika
dc.subjectCORE (Connecting
dc.subjectOrganizing
dc.subjectReflecting
dc.subjectExtending)
dc.subjectekspositori
dc.titlePengaruh Model Core (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) Terhadap Kemampuan Argumentasi Siswa MTs Pada Materi Bilangan Rasional
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 5 of 7
Loading...
Thumbnail Image
Name:
220210101101 - NANDINI PRASTIKA DAMAYANTI - BAGIAN DEPAN.pdf
Size:
575.98 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
220210101101 - NANDINI PRASTIKA DAMAYANTI - BAB 1.pdf
Size:
434.08 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
220210101101 - NANDINI PRASTIKA DAMAYANTI - BAB 2.pdf
Size:
490.79 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
220210101101 - NANDINI PRASTIKA DAMAYANTI - BAB 3.pdf
Size:
460.97 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
220210101101 - NANDINI PRASTIKA DAMAYANTI - BAB 4.pdf
Size:
514.34 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: