Perburuan Hiu di Indonesia dari Perspektif Ekofeminisme
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Penelitian ini membahas tentang perburuan hiu di Indonesia dari perspektif
ekofeminisme, dengan fokus untuk menjawab mengapa praktik perburuan hiu
masih berlanjut meskipun telah ada larangan dari pemerintah dan organisasi
internasional. Perburuan hiu di Indonesia telah berlangsung sejak tahun 1970-an,
dengan angka tangkapan yang tinggi setiap tahunnya. Akibatnya, populasi hiu di
Indonesia mengalami penurunan signifikan, dan beberapa spesies hiu kini berada di
ambang kepunahan. Penelitian ini menjadi penting karena hiu memiliki peran
penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, dan keberadaannya perlu
dilestarikan demi kelangsungan hidup alam dan manusia. Selain itu, penelitian ini
berfungsi sebagai media pembelajaran bagi masyarakat yang masih awam tentang
pentingnya hiu bagi kehidupan lingkungan.
Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis permasalahan perburuan hiu di
Indonesia dengan menggunakan perspektif ekofeminisme, terutama dalam
mengkaji hubungan antara patriarki dan kapitalisme dalam konteks perburuan hiu.
Patriarki dan kapitalisme berkolaborasi dalam memperkuat eksploitasi terhadap
lingkungan, termasuk hiu, dengan memberikan kekuasaan dominan kepada lakilaki sebagai aktor utama perburuan dan memotivasi jalannya eksploitasi demi
keuntungan ekonomi. Di sisi lain, perempuan seringkali hanya berperan di belakang
layar dan bertugas untuk mengelola hasil tangkapan karena dominannya budaya
patriarki dan tekanan ekonomi yang mereka rasakan.
Di samping itu, keterlibatan perempuan dalam rantai perburuan menunjukkan
adanya kontradiksi antara ekofeminisme esensialis dan realitas sosial di masyarakat
pesisir Indonesia. Meskipun ekofeminisme esensialis mengasumsikan bahwa
perempuan secara alami dekat dengan alam dan akan melindungi lingkungan,
penelitian ini membuktikan bahwa perempuan di masyarakat pesisir juga terlibat
dalam upaya eksploitasi alam, khususnya perburuan hiu. Tekanan budaya patriarki
dan kebutuhan ekonomi memaksa perempuan untuk turut serta dalam pengolahan
dan perdagangan hasil tangkapan hiu, meskipun peran mereka tidak sebesar lakilaki.
Seperti dielaborasi dalam pembahasan di bab 4, berlanjutnya perburuan hiu tidak
lepas dari dominannya budaya patriarki dan kapitalisme. Patriarki dan kapitalisme
bersama-sama menciptakan sistem di mana larangan perburuan hiu tidak efektif
karena tidak dapat mengatasi struktur kekuasaan dan ekonomi yang mendasari
kegiatan ini. Lebih lanjut, dalam kondisi ekonomi yang menekan, perempuan di
komunitas pesisir tidak mempunyai pilihan lain selain terlibat dalam kegiatan yang
bertentangan dengan prinsip ekofeminisme. Ini mengungkap bahwa anggapan
bahwa perempuan secara alami adalah pelindung alam tidak selalu relevan, karena
peran mereka dalam eksploitasi alam lebih ditentukan oleh tekanan sosial dan
ekonomi daripada oleh naluri alami. Pada akhirnya, penelitian ini mengkritik
pandangan ekofeminisme yang esensialis dan mengungkapkan bagaimana patriarki
dan kapitalisme mendominasi struktur sosial dan ekonomi yang memfasilitasi
berlanjutnya perburuan hiu di Indonesia.
Description
Reuploud file repositori 12 Mei 2026_Firli
Approved by Teddy
