• Login
    View Item 
    •   Home
    • LECTURER SCIENTIFIC PUBLICATION (Publikasi Ilmiah)
    • LSP-Conference Proceeding
    • View Item
    •   Home
    • LECTURER SCIENTIFIC PUBLICATION (Publikasi Ilmiah)
    • LSP-Conference Proceeding
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Anak Rawat Inap di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar dengan Metode ATC/DDD

    Thumbnail
    View/Open
    F. Farmasi_Prosiding_Eka Norcahyanti_Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Anak.pdf (2.026Mb)
    Date
    2019-07-27
    Author
    NORCAHYANTI, Ika
    RACHMAWATI, Sinta
    IMANIAR, Hilma
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Infeksi yang disebabkan oleh bakteri dapat diatasi dengan pemberian antibiotik. Antibiotik tidak hanya digunakan pada pasien dewasa, namun juga digunakan pada pasien anak. Tingginya penggunaan antibiotik pada pasien anak berpotensi menimbulkan penggunaan antibiotik yang tidak bijak dan berdampak pada munculnya kejadian resistensi. Evaluasi dapat dilakukan untuk mengendalikan angka kejadian resistensi terhadap penggunaan antibiotik di suatu rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien anak, profil penggunaan antibiotik, dan gambaran penggunaan antibiotik secara kuantitatif dengan metode ATC/DDD pada pasien anak rawat inap di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar. Data diperoleh dari 129 rekam medik dan dianalisis secara deskriptif serta dilakukan perhitungan nilai DDD/100 patient-days. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien anak didominasi oleh pasien berjenis kelamin laki-laki dan usia 1 bulan sampai 2 tahun. Pada diagnosa penyakit pasien anak, mayoritas adalah diarrhoea and gastroenteritis of presumed infectious origin dengan status pasien anak, mayoritas adalah pasien BPJS. Golongan dan jenis antibiotik yang paling sering digunakan adalah penisilin dan ampisilin. Lama pemberian antibiotik paling banyak adalah selama 1-3 hari dengan rute pemberian secara parenteral. Sedangkan pada kuantitas penggunaan antibiotik diperoleh nilai DDD/100 patient-days tertinggi adalah ampisilin sebesar 30,0 dan nilai DDD/100 patient-days terendah adalah eritromisin dan sefuroksim masing-masing sebesar 0,2. Penelitian ini belum dapat menjelaskan tentang ketepatan penggunaan antibiotik. Sehingga, perlu adanya evaluasi secara kualitatif menggunakan metode Gyssens untuk mengetahui apakah penggunaan antibiotik telah dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab.
    URI
    http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/97559
    Collections
    • LSP-Conference Proceeding [1877]

    UPA-TIK Copyright © 2024  Library University of Jember
    Contact Us | Send Feedback

    Indonesia DSpace Group :

    University of Jember Repository
    IPB University Scientific Repository
    UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
     

     

    Browse

    All of RepositoryCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    UPA-TIK Copyright © 2024  Library University of Jember
    Contact Us | Send Feedback

    Indonesia DSpace Group :

    University of Jember Repository
    IPB University Scientific Repository
    UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository