Show simple item record

dc.contributor.authorTantri, Seli Ika Setia
dc.contributor.authorAdenan, Moh.
dc.contributor.authorJumiati, Aisah
dc.date.accessioned2020-02-12T03:15:06Z
dc.date.available2020-02-12T03:15:06Z
dc.date.issued2017-12-01
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/97212
dc.description.abstractKrisis ekonomi global tahun 2008/2009 menjadi pemicu instabilitas sistem keuangan, khususnya Indonesia dan Thailand. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh GDP, inflasi dan suku bunga sebagai indikator makroekonomi terhadap satbilitas industri perbankan komersial di Indonesai dan Thailand dalam jangka pendek dan panjang. Metode analisis yang digunakan Vector Error Correction Model (VECM) dengan variabel independen yaitu Gross Domestic Product (GDP), inflasi dan suku bunga. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder dari Q12007 hingga Q42016. Penelitian ini menggunakan Impulses Responses Function (IRF) dan Variance Decomposition (VD) untuk mengetahui guncangan indikator makroekonomi terhadap stabilitas industri perbankan komersial di Indonesia dan Thailand. Penelitian ini memberikan bukti empiris yang baru mengenai pengaruh indikator makroekonomi terhadap stabilitas industri perbankan komersial di Indonesia dan Thailand. Berdasarkan hasil analisis, menunjukkan bahwa GDP tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stabilitas industri perbankan di Indonesia dan Thailand baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Inflasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stabilitas industri perbankan di Indonesia dalam jangka pendek, sedangkan untuk negara Thailand inflasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stabilitas industri perbankan komersial baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Suku bunga tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stabilitas industri perbankan komersial di Indonesia dalam jangka pendek, namun memiliki pengaruh yang signifikan dalam jangka panjang. Suku bunga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stabilitas industri perbankan komersial di Thailand baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Salah satu bentuk atau upaya untuk dapat menjaga stabilitas sistem keuangan di kedua negara adalah integrasi keuangan dan kebijakan moneter yang berfokus pada bentuk kerjasama dalam memelihara sistem keuangan yang stabil dan nilai tukar yang stabil termasuk mencegah terjadinya krisis keuangan terulang kembali.en_US
dc.language.isoInden_US
dc.publisherJournal Ekuilibrium, 2017, Volume II (2) : 7 - 13en_US
dc.subjectGDPen_US
dc.subjectinflasien_US
dc.subjectstabilitas bank komersial dan suku bungaen_US
dc.titleAnalisis Indikator Makroekonomi pada Stabilitas Industri Perbankan Komersial di Indonesia dan Thailand (Analysis of Macroeconomic Indicators on The Stability of Commercial Banking Industry in Indonesia and Thailand)en_US
dc.typeArticleen_US
dc.identifier.kodeprodiKODEPRODI0820201#Magister Ilmu Ekonomi
dc.identifier.nidnNIDN0031106601
dc.identifier.nidnNIDN0026096805


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record