Show simple item record

dc.contributor.advisorROHMAWATI, Ninna
dc.contributor.advisorSULISTIYANI
dc.contributor.authorPANGESTIKA, Dwi Okta
dc.date.accessioned2019-04-15T09:01:13Z
dc.date.available2019-04-15T09:01:13Z
dc.date.issued2019-04-15
dc.identifier.nim142110101162
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/90513
dc.description.abstractSayur dan buah merupakan sumber vitamin, mineral dan serat yang bermanfaat bagi tubuh yaitu berperan dalam metabolisme tubuh serta dapat menurunkan kejadian penyakit tidak menular. Data Riskesdas 2007-2013 menunjukkan bahwa secara nasional perilaku penduduk umur >10 tahun yang kurang mengonsumsi sayur dan buah masih tinggi yaitu masing-masing 93,6% dan 93,5%. Penelitian Hermina dan Prihatini (2016:212) menyebutkan bahwa remaja adalah kelompok umur tertinggi yang kurang mengonsumsi sayur dan buah (98,4%). Remaja usia 13-15 tahun memiliki konsumsi buah dan sayur lebih rendah dibanding anak usia 5-10 tahun dan usia 16 tahun ke atas. Perilaku makan remaja cenderung memilih makanan dan selingan yang mengandung tinggi lemak, gula, garam, energi, sedikit serat, vitamin, dan mineral yang berpengaruh buruk bagi kesehatan di masa selanjutnya yaitu dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular saat dewasa dan lansia. Laporan Akhir Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Kabupaten Jember Tahun 2015 menunjukkan konsumsi sayur dan buah pedesaan 62,4-353,2 gram/kap/hari lebih rendah dibandingkan konsumsi sayur dan buah perkotaan 160,4-368,6 gram/kap/hari. Berdasarkan studi pendahuluan menggunakan food frequency questionaire semi kuantitatif, SMP Negeri 3 Silo merupakan sekolah menengah pertama yang para siswanya memiliki konsumsi sayur dan buah paling rendah diantara 12 sekolah menengah pertama di Kecamatan Silo dan didukung dengan kantin sekolah yang tidak menyediakan menu sayur dan buah (tidak menjual makanan yang mengandung sayur dan buah). Berdasarkan 31 siswa yang diwawancarai mengenai konsumsi sayur dan buah didapatkan hasil sebagian besar siswa kurang mengonsumsi sayur dan buah (74,2%) sedangkan rata-rata konsumsi sayur dan buah 320 gram per hari. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik responden, struktur keluarga, faktor internal, faktor eksternal dan konsumsi sayur dan buah serta menganalisis hubungan karakteristik responden, struktur keluarga, faktor internal, faktor eksternal dengan konsumsi sayur dan buah. Penelitian ini dilakukan bulan Oktober-Januari 2019, dengan jenis penelitian analitik melalui pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini dilakukan kepada 86 responden pada siswa yang berusia 13-15 tahun, tidak masuk karena sakit > 5 hari dan tidak berdomisili di Kecamatan Silo. Konsumsi sayur dan buah remaja diukur dengan food frequency questionaire semi kuantitatif dan faktor yang berhubungan dengan konsumsi sayur dan buah diukur menggunakan angket tentang karakteristik responden, struktur keluarga, faktor internal dan faktor eksternal. Analisis data penelitian menggunakan chi square dengan derajat kemaknaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian ini sebagian besar responden kurang mengonsumsi sayur dan buah (86,4%) dan responden cukup mengonsumsi sayur dan buah (13,6%). Ratarata konsumsi sayur 141,7254 gram/hari, rata-rata konsumsi buah 129,0358 gram/hari dan rata-rata konsumsi sayur dan buah 267,5201 gram/hari. Faktor yang tidak berhubungan dengan konsumsi sayur dan buah pada remaja yaitu status bekerja ayah dan kesukaan makan buah. Faktor yang berhubungan dengan konsumsi sayur dan buah pada remaja yaitu jenis kelamin, pendapatan, status bekerja ibu, pendidikan ayah, pendidikan ibu, jumlah anggota keluarga, kesukaan makan sayur, pengetahuan gizi, kebiasaan orang tua, teman sebaya, media massa dan pola konsumsi fast food. Diharapkan pihak sekolah melakukan penyebaran informasi dengan menempel poster pentingnya sayur dan buah di ruang kelas dan meningkatkan pengawasan kantin sehat dengan menyediakan menu makanan dan minuman yang mengandung sayur dan buah di kantin sekolah setiap hari, puskesmas melakukan edukasi ke sekolah mengenai pentingnya mengonsumsi sayur dan buah dan peneliti selanjutnya melakukan penelitian lebih lanjut mengenai variabel lain seperti uang saku, suku, makan pagi, aktivitas fisik, aturan keluarga dan niat.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectKesehatan remajaen_US
dc.subjectKonsumsi sayur dan buahen_US
dc.titleFaktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Sayur dan Buah pada Remajaen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record