Show simple item record

dc.contributor.advisorAji, Ir Joni Murti Mulyo
dc.contributor.authorSANTOSO, Achmad Budi
dc.date.accessioned2019-04-10T02:56:31Z
dc.date.available2019-04-10T02:56:31Z
dc.date.issued2019-04-10
dc.identifier.nimNIM141510601022
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/90282
dc.description.abstractTepung cassava (cassava flour) merupakan olahan berbahan baku ketela pohon yang belum banyak tersedia di pasaran. UD. Nula Abadi merupakan salah satu agroindustri pencetus olahan tepung cassava yang baru di Kabupaten Bondowoso. Tepung cassava dijual dengan harga Rp. 25.000/kg, harga tersebut cukup mahal dibandingkan tepung sejenisnya. Pemasaran produk dibantu pedagang besar dan pengecer dengan margin pemasaran yaitu Rp. 10.000 s/d Rp. 15.000/kg. Kandungan gizi yang tinggi serta produk tersebut merupakan produk baru, inovatif dan memiliki nilai ekonomis tinggi patut dikembangkan sebagai bahan baku substitusi maupun complement. Penelitan pada agroindustri UD. Nula Abadi dilakukan untuk mengetahui 1) Saluran dan efisiensi pemasaran, 2) Pendapatan dan efisiensi biaya produksi serta 3) Strategi pengembangan tepung cassava. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive method) dengan pertimbangan bahwa UD. Nula Abadi merupakan agroindustri baru dengan produk inovatif yang masih belum banyak dikenal masyarakat di Kabupaten Bondowoso. Sampel produsen ditentukan secara sengaja (purposive sampling) dan snowball sampling untuk lembaga pemasaran. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis menggunakan margin, share dan efisiensi (Eps) untuk menjawab hipotesis pertama serta rumus pendapatan dan R/C ratio untuk menjawab hipotesis kedua dan ketiga. Analisis saluran pemasaran dan SWOT dilakukan secara deskriptif untuk menjawab hipotesis ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Saluran pemasaran tepung cassava pada UD. Nula Abadi terdiri atas 3 saluran pemasaran dan saluran pemasaran II yang paling efisien (Produsen - Pedagang besar - Konsumen rumah tangga/agroindustri). 2) Total penerimaan tepung cassava sebesar Rp. 6.250.000,00 dengan total biaya produksi sebesar Rp. 3.525.458,33, sehingga didapatkan jumlah pendapatan sebesar Rp. 2.724.541,67. Sedangkan nilai efisiensi biaya produksi didapatkan sebesar 1.17 yang artinya bahwa setiap penggunaan Rp. 1 biaya untuk membuat tepung cassava, akan mendapatkan penerimaan sebesar Rp.1.77 atau efisien. 3) Posisi agroindustri tepung cassava terletak pada bidang White Area atau bidang kuat berpeluang, artinya agroindustri tersebut dapat menggunakan kompetensi yang dimilikinya untuk memanfaatkan peluang yang prospektif. Strategi yang didapat diterapkan oleh agroindustri tepung cassava meliputi peningkatkan produksi dengan memanfaatkan dukungan pemerintah didasarkan pada keunggulan produk, pesaing yang masih sedikit, jangkauan pasar yang luas serta teknologi yang semakin maju mengingat bahan baku di Bondowoso masih tercukupi. Peningkatkan variasi produk dengan pemanfaatan teknologi yang semakin maju serta penambahan sertifikasi ijin produk dengan bantuan pemerintah. Pemerintah Kabupaten Bondowoso diharapkan memberikan dukungan baik pelatihan, modal, teknologi untuk pengembangan produk tepung cassava, serta peningatkan produksi dan pemasaran melalui pemanfaat teknologi mesin maupun informasi, sehingga mendapatkan keuntungan yang lebih besar serta jangkauan pasar yang luas.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.relation.ispartofseries141510601022;
dc.subjectTepung Cassavaen_US
dc.subjectEfisiensi pemasaranen_US
dc.subjectSWOTen_US
dc.titleStrategi Pemasaran Dan Pengembangan Tepung Cassava Pada Agroindustri UD. Nula Abadi di Kabupaten Bondowoso.en_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record