Show simple item record

dc.contributor.advisorMa’rufi, . Isa
dc.contributor.advisorDewi Moelyaningrum, Anita
dc.contributor.authorWrida Silvia, Mega
dc.date.accessioned2019-04-10T01:24:16Z
dc.date.available2019-04-10T01:24:16Z
dc.date.issued2019-04-10
dc.identifier.nim142110101064
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/90248
dc.description.abstractIndustri batik termasuk dalam industri tekstil yang banyak menggunakan air dalam proses produksinya, sehingga menghasilkan limbah cair sebanyak 80% dari jumlah air yang digunakan dalam pembatikan. Pada proses pewarnaan/pencelupan akan menghasilkan limbah cair yang berwarna keruh dan pekat. Limbah cair batik mengandung logam berat yang berbahaya salah satunya adalah Cd. Senyawa Cd di industri tekstil terutama digunakan dalam proses pencelupan yang menggunakan zat warna direk dan zat warna mordan. Kadar Kadmium pada limbah cair pewarnaan batik UD. Pakem Sari sebesar 1,93 ppm. Kadar Kadmium pada limbah cair pelepasan malam UD. Pakem Sari sebesar 3,5 ppm. Kadar Kadmium pada limbah cair yang dicampur keduaya UD. Pakem Sari sebesar 2,10 ppm. Hal ini telah melebihi Baku Mutu Air Limbah menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 tahun 2014 kadar maksimum Kadmium yaitu 0,1 ppm. Logam kadmium adalah tiga besar logam berat yang bersifat toksik tinggi serta tidak mampu terurai di dalam lingkungan dan akhirnya diakumulasi di dalam tubuh manusia melalui rantai makanan.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectEfektivitasen_US
dc.titleEfektivitas Karbon Aktif Serbuk Biji Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Penurunan Kadar Kadmium (Cd) Pada Limbah Cair Batik (Studi Pada Industri Batik UD. Pakem Sari Sumberpakem Kabupaten Jember)en_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record