Show simple item record

dc.contributor.advisorRokhmah, Dewi
dc.contributor.advisorNafikadini, Iken
dc.contributor.authorOktaviani, Izzania
dc.date.accessioned2018-11-12T03:29:08Z
dc.date.available2018-11-12T03:29:08Z
dc.date.issued2018-11-12
dc.identifier.nimNIM142110101125
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/87887
dc.description.abstractHomoseksual adalah suatu kelompok atau sub masyarakat yang paling tersembunyi (hidden) sehingga sulit sekali untuk diidentifikasi. Sekitar 3% pria yang aktif berhubungan seksual, di antaranya adalah mereka yang berhubungan intim dengan sejenis yang dikenal dengan istilah Laki-Laki Suka Seks dengan Laki-Laki (LSL). Pembentukan kepribadian seorang homoseksual merupakan proses yang cukup panjang, dimulai dari masa kanak-kanak hingga menginjak masa remaja yang tidak lepas dari pengaruh lingkungan keluarga dan lingkungan bergaul tidak lepas dari konteks kultural yaitu penanaman nilai agama dan tradisi budaya yang dianut oleh sebuah keluarga, serta pengaruh paparan pornografi yang sangat mudah diakses oleh anak-anak dan remaja. LSL merupakan faktor resiko HIV tertinggi dengan persentase 28%, diikuti dengan hubungan seks beresiko pada heteroseksual dengan persentase 24%. Pada kejadian kasus penyakit AIDS, LSL merupakan faktor resiko tertinggi nomor dua (23%) setelah hubungan seks beresiko pada heteroseksual (67%). LSL menjadi terminologi yang populer dalam kontek HIV dan AIDS, karena menggambarkan perilaku yang menempatkan mereka dalam resiko terinfeksi. Peningkatan prevalensi HIV pada LSL menjadi peringatan yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Saat ini HIV memiliki jumlah kematian yang tinggi yang dapat mengancam hidup penderita HIV. Tidak hanya dari virus sendiri, namun Infeksi Oportunistik (IO) dan komplikasinya juga dapat menyebabkan kematian. Tuberculosis (TBC) merupakan salah satu infeksi oportunistik yang sering dijumpai pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Indonesia. Infeksi HIV memudahkan terjadinya infeksi Mycobacterium tuberculosis. Seseorang dengan perilaku seksual yang beresiko lebih rentan terkena HIV dan infeksi yang menyertai penyakit tersebut.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.relation.ispartofseries142110101125;
dc.subjectHIV/AIDSen_US
dc.subjectODHAen_US
dc.subjectLSLen_US
dc.titlePerilaku Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) Laki-Laki Suka Seks dengan Laki-Laki (LSL) Terhadap Pencegahan Tuberculosis di Kabupaten Jemberen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record