Show simple item record

dc.contributor.advisorHARIJANTO, Alex
dc.contributor.advisorLESMONO, Albertus Djoko
dc.contributor.authorRAHAYU, Dewi Nofi Ginanjar
dc.date.accessioned2018-08-24T01:26:03Z
dc.date.available2018-08-24T01:26:03Z
dc.date.issued2018-08-24
dc.identifier.nimNIM140210102034
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/87193
dc.description.abstractJenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penentuan daerah penelitian menggunakan purposive sampling area, dimana daerah yang digunakan dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu. Daerah yang digunakan sebagai tempat penelitian adalah SMA Negeri 3 Jember. Subyek penelitian ini adalah kelas XI IPA 2, XI IPA 3, dan XI IPA 6. Alasan pemilihan kelas tersebut adalah karena saran dari guru berdasarkan ketercapaian materi fisika yang lebih jauh dibanding kelas lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kemampuan berpikir kritis siswa ditinjau tiap indikator diketahui bahwa pada indikator interpretasi dapat dikatakan tinggi. Menurut data, 26,47% siswa berada pada kategori sangat tinggi, 60,78% siswa berada pada kategori tinggi, 9,80% siswa berada pada kategori sedang, 2,94% siswa berada pada kategori rendah, dan tidak ada siswa yang berada pada kategori sangat rendah. Tingkat kemampuan berpikir kritis siswa jika dilihat dari indikator analisis masih dapat dikatakan kurang. Berdasarkan data, 14,71% siswa berada pada kategori sangat tinggi, 25,49% siswa berada pada kategori tinggi, 37,25% siswa berada pada kategori sedang, 13,73% siswa berada pada kategori rendah, dan 8,82% siswa berada pada kategori sangat rendah. Selanjutnya tingkat kemampuan berpikir kritis siswa jika ditinjau dari indikator evaluasi dapat dikatakan cukup baik. Berdasarkan data hasil penelitian dapat dilihat bahwa 27,45% siswa berada pada kategori sangat tinggi, 52,94% siswa berada pada kategori tinggi, 15,69% siswa berada pada kategori sedang, 2,94% siswa berada pada kategori rendah, dan 0,98% siswa berada pada kategori sangat rendah. Tingkat kemampuan berpikir kritis siswa dilihat dari indikator inferensi masih dapat dikatakan kurang. Terdapat 18,63% siswa yang berada pada kategori sangat tinggi, 33,33% siswa berada pada kategori tinggi, 31,37% siswa berada pada kategori sedang, 7,84% siswa berada pada kategori rendah, dan terdapat 8,82% siswa yang berada pada kategori sangat rendah. Tingkat kemampuan berpikir kritis siswa secara keseluruan yaitu 19 siswa atau 18,63% siswa secara keseluruhan yang berada di kategori sangat tinggi. Pada kategori tinggi terdapat 43 siswa atau 42,16% siswa keseluruhan yang menempati kategori tersebut. Ada 30 siswa atau 29,41% siswa secara keseluruhan berada pada kategori sedang. Sisanya yaitu 10 orang siswa atau 9,80% siswa secara keseluruhan berada pada kategori rendah. Dari data hasil penelitian juga diketahui bahwa tidak ada siswa yang berada pada kategori sangat rendah. Jika seluruh skor yang diperoleh siswa dijumlah dan dirata-rata, maka akan didapatkan persentase 65,26% untuk seluruh tingkatan. Berdasarkan penjabaran tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan berpikir kritis siswa di SMA Negeri 3 Jember adalah tinggi.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.relation.ispartofseries140210102034;
dc.subjectBERPIKIR KRITIS SISWAen_US
dc.subjectMATERI FLUIDA DINAMISen_US
dc.titleIDENTIFIKASI TINGKAT KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA PADA MATERI FLUIDA DINAMISen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record