Show simple item record

dc.contributor.advisorSUPENO
dc.contributor.advisorSUBIKI
dc.contributor.authorWARDANI, Putri Okta
dc.date.accessioned2018-07-27T07:15:26Z
dc.date.available2018-07-27T07:15:26Z
dc.date.issued2018-07-27
dc.identifier.nimNIM140210102013
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/86592
dc.description.abstractPada hakikatnya sikap, proses, produk, dan aplikasi pada pembelajaran fisika tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Siswa diharapkan dapat mengalami secara nyata sesuai dengan kehidupan sehari-hari sehingga hakikat fisika dapat dirasakan siswa pada proses pembelajaran. Oleh sebab itu, siswa dituntut untuk dapat melakukan kegiatan pengulangan pengkajian materi fisika sebagai wujud pengetahuan proses yang didalamnya bekerja dengan prosedur ilmiah yang secara tidak langsung menuntut siswa untuk menggunakan kemampuan penalaranya dalam menjawab persoalan serta masalah berdasarkan argumen yang ilmiah dan logis. Penalaran merupakan aktivitas berpikir tingkat tinggi untuk menarik suatu kesimpulan atau membuat pernyataan baru berdasarkan beberapa pernyataan yang yang telah diasumsikan sebelumnya. Guru sebagai tokoh utama dalam proses pembelajaran harus mengetahui tingkat kemampuan penalaran ilmiah siswa guna mengetahui keberhasilan pembelajaran di kelas. Akan tetapi belum banyak studi empirik tentang kemampuan penalaran ilmiah pada siswa dalam pembelajaran fisika, terutamanya di SMK Jember. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan penalaran ilmiah siswa SMKN 2 Jember tentang rangkaian listrik menggunakan baterai ganda pada pembelajaran fisika. Peneitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Responden penelitian ini adalah siswa kelas X SMKN 2 Jember jurusan desain pembangunan yang berjumlah 107 siswa. Tes yang digunakan yaitu tes tulis yang diadaptasi dari jurnal penalaran ilmiah siswa pada rangkaian listrik yang menggunakan baterai ganda. Soal tes sebanyak 3 soal uraian yang mengandung pola penalaran ilmiah yang terdiri dari penalaran proporsional, penalaran korelasi, penalaran konservasi, dan penalaran hipotesis deduktif. Setelah siswa mengerjakan soal tes dilakukan wawancara guna memperkuat data yang didapat dari hasil tes. Hasil penelitian kemampuan penalaran ilmiah materi rangkaian listrik dengan menggunakan baterai ganda pada siswa di SMKN 2 Jember menunjukkan kategori rendah. Hal tersebut dibuktikan dengan kategori pola yang paling banyak diperoleh siswa pada tiap indikator pola penalaran ilmiah. Pada kemampuan penalaran proporsional siswa mempunyai nilai persentase sebesar 48,03%, pada kemampuan penalaran korelasi siswa mempunyai nilai persentase sebesar 51,16%, pada kemampuan penalaran konservasi siswa mempunyai nilai persentase sebesar 30,32%, dan pada kemampuan penalaran hipotesis deduktif siswa mempunyai nilai persentase sebesar 14,61%. Identifikasi pada tiap indikator penalaran ilmiah siswa di SMKN 2 Jember memiliki capaian tertinggi pada pola penalaran korelasi dan capaian terendah kemampuan penalaran ilmiah pada penalaran hipotesis deduktif. Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara siswa setelah diberikan kunci jawaban menunjukkan bahwa semua siswa tidak mengetahui bahwa pada soal hipotesis dedutif mempunyai indikator pola yang harus diisi dan menyebabkan capaian siswa tergolong sangat rendah pada penalaran hipotesis deduktif.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.relation.ispartofseries140210102013;
dc.subjectKemampuan Penalaran Ilmiah Siswa Smkn 2en_US
dc.subjectRangkaian Listriken_US
dc.subjectBaterai Gandaen_US
dc.subjectPembelajaran Fisikaen_US
dc.titleIdentifikasi Kemampuan Penalaran Ilmiah Siswa Smkn 2 Jember Tentang Rangkaian Listrik Menggunakan Baterai Ganda Pada Pembelajaran Fisikaen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record