Show simple item record

dc.contributor.advisorWALUYO, Joko
dc.contributor.advisorIQBAL, Mochammad
dc.contributor.authorSAFITRI, Nadhira Adelina
dc.date.accessioned2018-03-31T05:27:46Z
dc.date.available2018-03-31T05:27:46Z
dc.date.issued2018-03-31
dc.identifier.nimNIM130210103005
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/85067
dc.description.abstractSecara biologi air bersih dapat dikatakan layak digunakan apabila air tersebut tidak mengandung mikroorganisme pathogen yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Namun, air bersih yang digunakan masyarakat Kelurahan Slawu Kabupaten Jember belum diketahui kelayakannya bagi kesehatan tubuh manusia. Secara Kimia air yang layak dikonsumsi adalah air yang memiliki pH 6,5-8,5. Apabila air memiliki pH kurang atau lebih dari 6,5-8,5 maka air tersebut tidak layak digunakan. Secara fisika juga perlu diperhatikan. Air yang layak dikonsumsi adalah air yang jernih serta tidak mengandung bau dan rasa. Apabila air memiliki bau maupun rasa secara mutlak bahwa air tersebut memiliki tingkat pencemaran yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas biologi, kimia, fisika, pada air sumur, air Hippam, dan air PDAM di Kelurahan Slawu Kabupaten Jember yang berdasarkan PERMENKES RI No.492/MENKES/PER/IV/2010 tentang “Persyaratan Kualitas Air Minum”. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium mikrobiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember, di Laboratorium Kualitas Air Fakultas Teknologi Pertanian, dan di Laboratorium Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Jember. Penelitian diawali dengan pengambilan sempel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kemudian melakukan uji MPN, uji derajat keasaman, uji organoleptik, uji TDS, dan uji kekeruhan terhadap masing-masing sampel. Uji MPN dilakukan dengan 3 tahap yakni uji pendugaan, uji penegasan, dan uji kepastian yang masing-masing dilakukan tiga kali pengulangan. Uji derajat keasaman menggunakan pH digital. Uji Organoleptik bau dan rasa menggunakan 10 responden terpilih berdasarkan hasil tes kondisi fisik yang diperoleh dari angket. Sementara untuk uji TDS yaitu menghitung padatan terlarut tiap sampel dalam satuan mg/L. Dan uji kekeruhan menggunakan metode turbidimetri dalam satuan NTU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji MPN kandungan bakteri semua sampel air bersih di Kelurahan Slawu Kabupaten Jember lebih dari 2400 sel/100ml. Hal tersebut secara biologi air bersih yang digunakan dinyatakan tidak layak pakai. Hasil uji derajat keasaman tiga sampel air berkisar 5,9-6,4 dan tiga sampel air berkisar 7,2-7,8 Berdasarkan PERMENKES RI No.492/MENKES/PER/IV/2010 kadar maksimum yang diperbolehkan 6,5-8,5, maka secara kimia hanya tiga sampel air di Kelurahan Slawu Kabupaten Jember yang layak dikonsumsi. Kelayakan sumber air bersih masyarakat di Kelurahan Slawu Kabupaten Jember berurutan dari kualitas tinggi hingga kerendah yaitu air Hippam pipa (sampel E), air Hippam pompa (sampel D), air sumur 1 (sampel A), air sumur 2 (sampel B), air sumur 3 (sampel C), dan air PDAM (sampel F). Hasil uji organoleptik bau, menunjukkan nilai 3 bermakna berbau pada air sumur 1(sampel A), air sumur 2 (sampel B) dan air sumur 3 (sampel C), sedangkan nilai 2 bermakna sedikit berbau pada air Hippam pompa (sampel D) , dan nilai 1 bermakna tidak berbau pada air Hippam pipa (sampel E) dan air PDAM (sampel F). sedangkan uji organoleptik rasa hasilnya bernilai 2 yang bermakna sedikit berasa pada air sumur 1 (sampel A), sumur 2 (sampel B), air sumur 3 (sampel C) dan bernilai 1 bermakna tidak berasa pada air Hippam pompa (sampel D), air Hippam pipa (sampel E), dan air PDAM (sampel F). Sampel air bersih yang sesuai dengan PERMENKES RI No.492/MENKES/PER/IV/2010 yaitu pada air PDAM tidak berbau dan tidak berasa. Hasil uji zat padat terlarut (TDS) ada pada rentangan 97-121 mg/L. Berdasarkan persyaratan nilai TDS dalam PERMENKES RI No.492/MENKES/PER/IV/2010 yaitu 500 mg/L, maka dipandang dari uji zat padat terlarut (TDS) semua sampel dinyatakan layak untuk dikonsumsi. Sedangkan hasil uji kekeruhan (Turbidimetri) nilai yang didapat berkisar 0,30 – 0,59 NTU, kadar maksimum yang diperbolehkan menurut PERMENKES RI No.492/MENKES/PER/IV/2010 yakni 5 NTU, maka dari hasil uji kekeruhan semua sampel dinyatakan layak untuk dikonsumsi. Selanjutnya adapun uji kelayakan serial poster diperoleh rerata nilai validasi adalah 86,98%. Berdasarkan rata-rata nilai validasi yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa produk serial poster yang telah disusun layak untuk dijadikan informasi bagi masyarakat. Hasil penelitian yang telah dilakukan sesuai dengan PERMENKES RI No.492/MENKES/PER/IV/2010 maka dapat disimpulkan bahwa dari segi aspek biologi air bersih yang dikonsumsi masyarakat Kelurahan Slawu Kabupaten Jember tidak memenuhi syarat dan tidak layak dikonsumsi. Secara aspek kimia semua sampel memenuhi syarat. Sedangkan dari segi aspek fisika hanya air sumur yang tidak memenuhi sesuai dengan PERMENKES RI No.492/MENKES/PER/IV/2010.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.relation.ispartofseries130210103005;
dc.subjectKUALITAS BIOLOGIen_US
dc.subjectKIMIAen_US
dc.subjectFISIKAen_US
dc.subjectAIR SUMURen_US
dc.subjectAIR HIPPAMen_US
dc.subjectAIR PDAMen_US
dc.titleANALISIS KUALITAS BIOLOGI, KIMIA, FISIKA PADA AIR SUMUR, AIR HIPPAM DAN AIR PDAM DI KELURAHAN SLAWU KABUPATEN JEMBER SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI SERIAL POSTERen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record