PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TRAPESIUM DAN LAYANG-LAYANG
Abstract
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara saya di kelas V SDN Antirogo
01, Guru hanya mengandalkan metode ceramah, sehingga aktivitas dan hasil belajar
siswa rendah. Pada pra-siklus, siswa yang tidak mencapai KKM mencapai 16 siswa
(61,54%) sedangkan yang mencapai KKM sejumlah 10 siswa (38,46%) dari jumlah
keseluruhan 26 siswa.
Berdasarkan latar belakang tersebut, dilakukan penelitian dengan
menerapkan pembelajaran matematika realistik. Masalah yang dirumuskan dalam
penelitian ini yaitu: 1) bagaimanakah penerapan pembelajaran matematika realistik
pada materi luas trapesium dan layang-layang. 2) bagaimanakah peningkatan
aktivitas belajar siswa pada materi luas trapesium dan layang-layang. 3)
bagaimanakah peningkatan hasil belajar siswa pada materi luas trapesium dan
layang-layang. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menerapkan dan
meningkatkan aktivitas serta hasil belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran
matematika realistik pada pokok bahasan luas trapesium dan layang-layang.
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Antirogo 01 tahun
pelajaran 2017/2018 dengan total siswa 26 yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan
14 siswa perempuan. Jenis penelitian ini adalah PTK yang dilakukan sebanyak 2
siklus yang pada siklus 1 terdiri dari 2 pertemuan sedangkan pada siklus 2 terdiri
dari 1 pertemuan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan
metode observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil observasi aktivitas dan
belajar siswa dianalisa secara deskriptif.
Penerapan pembelajaran matematika realistik pada pokok bahasan luas
Trapesium dan layang-layang berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan
meningkatnya persentase aktivitas siswa dan guru, serta hasil belajar siswa. Persentase aktivitas belajar siswa meningkat dari 54,94% pada siklus 1 menjadi
63,65% pada siklus 2. Persentase aktivitas guru dalam menerapkan pembelajaran
matematika realistik juga mengalami peningkatan dari 71,5% pada siklus 1 menjadi
80% pada siklus 2. Selain meningkatkan aktivitas, penerapan PMR juga
meningkatkan hasil belajar siswa. Rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari
56,92 pada siklus 1 menjadi 71,15 pada siklus 2. Ketuntasan belajar siswa juga
mengalami peningkatan dari 71,9% pada siklus 1 menjadi 84,4% pada siklus 2.
Kesulitan siswa selama pembelajaran adalah pada saat mempresentasikan
hasil kerja karena para siswa masih belum terbiasa untuk melakukan kegiatan
tersebut, sehingga siswa masih malu untuk bertanya maupun mengutarakan
pendapatnya. Kesulitan guru selama pembelajaran adalah pada saat membimbing
diskusi kelas dan mendorong siswa untuk lebih interaktif. Setelah melakukan
perbaikan, terjadi peningkatan di siklus II. Dalam mengerjakan soal tes, banyak
siswa melakukan kesalahan karena kurang memahami maksud soal dan kurang
teliti saat mengerjakan. Selain itu, masih banyak juga siswa yang telah sesuai
langkah penyelesaiannya akan tetapi jawaban akhirnya salah, dikarenakan tidak
teliti dan juga kemampuan berhitungnya kurang.
Berdasarkan hasil penelitian, saran yang berkaitan dengan penerapan PMR
yaitu hendaknya menerapkan pendekatan PMR tidak hanya pada materi luas
trapesium dan layang-layang, namun alangkah baiknya diterapkan pada materi dan
mata pelajaran lain dengan memperhatikan materi yang cocok. Selain itu,
hendaknya guru sesekali menerapkan metode diskusi. Hal ini akan melatih siswa
untuk bertukar pikiran dengan temannya, berani mengungkapkan pendapat, tidak
malu bertanya, berlatih berpikir kritis, dan juga meningkatkan aspek sosial siswa.
Pihak sekolah juga perlu menyediakan media pembelajaran dan pemanfaatan
lingkungan sekitar. Dengan adanya media, selain memudahkan pemahaman konsep,
siswa juga akan lebih tertarik mengikuti pembelajaran. Dalam penerapan
pembelajaran matematika realistik, guru hendaknya selalu memberikan motivasi
agar siswa tidak malu bertanya dan lebih percaya diri dalam menyampaikan
pendapatnya.