Analisis Preferensi Petani Jeruk Siam terhadap Pembelian Pupuk di Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Hortikultura merupakan subsektor pertanian yang penting dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Hortikultura memberikan kontribusi penting dalam mendukung perekonomian nasional dan berguna dalam mempercepat penyelesaian masalah kemiskinan dan mendorong investasi di berbagai desa (Kasmin., 2023). Salah satu contoh tanaman hortikultura pada jenis tanaman buah-buahan yang sangat bergantung produktifitasnya pada penggunaan pupuk adalah Jeruk. Kabupaten Jember menjadi peringkat ketiga penyumbang terbesar jeruk siam di Provinsi Jawa Timur. Daerah sentral produksi jeruk siam di kabupaten Jember yaitu di kecamatan Umbulsari. Keberhasilan budidaya jeruk sangat ditentukan oleh kesehatan tanaman yang terkait langsung dengan intensitas perawatan tanaman, pemupukan, pengendalian hama/penyakit, pemangkasan,
pengendalian gulma, pemupukan dan lain lain (Hazriani & Krisnohadi, 2021). Pemahaman tentang kebutuhan tanaman jeruk terhadap pupuk menjadi salah satu kunci keberhasilan budidaya jeruk. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui preferensi petani jeruk siam orange yang menggunakan pupuk an-organik atau pupuk organik dan (2) Mengetahui proses keputusan petani dalam menentukan pembelian pupuk an-organik dan pupuk organik. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif analitik dan kuantitatif, dimana pendekatan kuantitatif digunakan pada rumusan masalah Pertama, yakni mengenai preferensi petani jeruk siam dalam menggunakan pupuk.
Teknik pengolahan data dengan Analisis faktor dimana pengolahan data menggunakan software input Microsoft Excel 2021 dan IBM SPSS versi 20.
Rumusan masalah yang kedua menggunakan analisis deskriptif bertujuan untuk menjawab pertanyaan rumusan masalah yang kedua dengan mendeskripsikan proses keputusan petani jeruk siam dalam menggunakan pupuk di Kecamatan umbulsari yang disajikan dalam bentuk tabulasi data.
Hasil Penelitian menunjukan faktor baru yang berdampak langsung pada proses keputusan pembelian dimana pupuk an-organik menghasilkan 5 faktor baru ,yaitu Faktor 1 (Merk, Mutu, Manfaat dan Sifat), Faktor 2 (Mutu dan Harga), Faktor 3 (Harga dan Layanan), Faktor 4 (Sifat dan Layanan), Faktor 5 (Merk dan Mutu) dan pupuk anorganik menghasilkan 4 faktor baru, yaitu Faktor 1 (Merk, Mutu, Manfaat dan Sifat), Faktor 2 (Mutu dan Harga), Faktor 3 (Sifat, Harga dan Layanan), Faktor 4 (Merk dan Layanan). Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan , dapat disimpulkan bahwa dimana Faktor Merk, Mutu, Manfaat dan Sifat merupakan faktor dominan yang mempengaruhi preferensi petani terhadap pembelian produk pupuk an-organik dan pupuk organik. Pengambilan keputusan
petani dalam melakukan pembelian pupuk melalui 5 tahapan. Berdasarkan pengenalan masalah, diketahui bahwa pada pupuk anorganik petani cenderung menggunakan pupuk untuk peningkatan hasil panen. Pada pupuk organik, petani menggunakan pupuk organik didasari oleh kebiasaan atau kenyamanan. Pada pencarian informasi pupuk anorganil, petani cenderung menemukan informasi
melalui toko pertanian atau distributor, sedangkan pupuk organik petani menemukan informasi melalui kelompok tani. Evaluasi alternatif pada pupuk anorganik, petani menggunakan efektivitas serta hasil dalam pertimbangan pengambilan keputusan, pada pupuk organik petani cenderung mempertimbangkan dampak lingkungan serta kesehatannya dalam pertimbangan pengambilan
keputusannya. Pengambilan keputusan petani cenderung terencana dimana pada pupuk anorganik, faktor yang mempengaruhi pada keputusan pembeliannya dalah ketersediaan pupuk, sedangkan pupuk organik mengandalkan pengalaman pribadi atau orang lain pada pengambilan keputusan.
Description
Reuploud file repositori 30 Jan 2026_Firli
