Show simple item record

dc.contributor.advisorWINARSO, Sugeng
dc.contributor.advisorPANDUTAMA, Martinus H.
dc.contributor.authorILMIAWAN, Najmi Muhammad
dc.date.accessioned2018-02-13T01:27:16Z
dc.date.available2018-02-13T01:27:16Z
dc.date.issued2018-02-13
dc.identifier.nimNIM131510501145
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/84279
dc.description.abstractSebagian besar tanah termasuk Ultisol memiliki kandungan bahan organik yang rendah sehingga berpengaruh terhadap sifat tanah lainnya terutama sifat kimia. Pengaruh sifat kimia yang buruk akan mengakibatkan produktivitas tanah yang rendah. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan kandungan bahan organik tanah dan peningkatan produktivitas tanaman adalah dengan memperbesar kandungan karbon dalam tanah. Biochar merupakan sumber karbon yang sangat tahan terhadap proses dekomposisi sehingga dapat menyimpan karbon dalam jangka waktu yang panjang dan memperbaiki karakteristik tanah. Akan tetapi, hubungannya dengan ketersediaan hara dalam biochar sangat rendah terutama hara makronya sehingga dalam pengaplikasiannya dalam tanah justru tidak akan meningkatkan produktivitas tanah. Oleh karena itu biochar perlu diperkaya dengan unsur hara terutama NPK berdasarkan kebutuhan kedelai (8: 5,1: 4). Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama (B): Sumber Biochar yang terdiri dari empat taraf yaitu: 1. Biochar tanpa NPK (B0), 2. Biochar Jerami Padi + NPK (8: 5,1: 4) (B1), 3. Biochar Limbah Kedelai + NPK (8: 5,1: 4) (B2), 4. Biochar Kayu + NPK (8: 5,1: 4) (B3) dan faktor kedua (D): Dosis Biochar yang Diperkaya yang terdiri dari empat taraf yaitu: 1. 0,5 ton/ha (D1), 2. 2,5 ton/ha (D2), 3. 5 ton/ha (D3), 4. 10 ton/ha (D4). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pengkayaan biochar terhadap perbaikan sifat kimia tanah Ultisol, (2) pengaruh perbaikan sifat kimia tanah Ultisol terhadap pertumbuhan tanaman kedelai, (3) kombinasi biochar dan NPK paling baik dalam perbaikan sifat kimia tanah Ultisol dan pertumbuhan tanaman kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengkayaan biochar mampu lebih tinggi meningkatkan sifat kimia tanah Ultisol pada variabel N-total, P-tersedia dan K-dd tetapi tidak lebih tinggi pada variabel pH H2O, pH KCl, KTK dan C-organik dibandingkan biochar tanpa pengkayaan. Pada indikator tanaman, pengkayaan biochar lebih tinggi pengarunya dalam meningkatkan seluruh variabel, sebaliknya menurunkan variabel bintil akar dibandingkan biochar tanpa pengkayaan. Kombinasi terbaik ditemukan pada biochar jerami padi dan kayu dosis 5 dan 10 ton/ha terhadap perbaikan sifat kimia tanah Ultisol, sedangkan pada biochar yang sama dengan dosis 2,5 dan 5 ton/ha merupakan dosis optimum bagi pertumbuhan tanaman kedelai.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.relation.ispartofseries131510501145;
dc.subjectPEMBERIAN BIOCHARen_US
dc.subjectJERAMI PADIen_US
dc.subjectLIMBAH KEDELAIen_US
dc.subjectKAYU YANG DIPERKAYA NPKen_US
dc.subjectPERBAIKAN SIFAT KIMIA TANAH ULTISOLen_US
dc.titlePENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR DARI JERAMI PADI, LIMBAH KEDELAI, DAN KAYU YANG DIPERKAYA NPK TERHADAP PERBAIKAN SIFAT KIMIA TANAH ULTISOLen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record