Analisis Multitemporal Environmental Critically Index Pada Lahan Terbangun di Perkotaan Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Kekritisan lingkungan merupakan fenomena meningkatnya suhu
permukaan akibat perubahan lanskap hijau yang dipengaruhi oleh proses
urbanisasi. Kekritisan lingkungan adalah isu terkini yang dapat menyebabkan
perubahan iklim apabila tidak diatasi dengan tepat. Perkotaan Jember menjadi salah
satu wilayah yang mengalami urbanisasi akibat meningkatnya lahan terbangun,
bertambahnya jumlah penduduk, dan kompetisi sosial ekonomi di perkotaan
sehingga berpotensi mengalami kekritisan lingkungan. Meskipun demikian, upaya
penanggulangan sebagai respons terhadap kekritisan lingkungan belum dilakukan.
Oleh sebab itu, kajian terkait analisis kekritisan lingkungan pada lahan terbangun
di Perkotaan Jember dibutuhkan untuk mengurangi dampak negatif dari urbanisasi
dan meningkatkan ketangguhan wilayah.
Penelitian ini meggunakan analisis deskiptif kuantitatif untuk menjelaskan
kondisi kekritisan lingkungan pada lahan terbangun secara menyeluruh. Pendekatan
analisis spasial dengan ekstraksi citra satelit menjadi Environmental Critically
Index (ECI) dilakukan untuk memetakan distribusi kekritisan lingkungan di
Perkotaa Jember. Regresi spasial dengan metode regresi Ordinary Least Squares
(OLS) dan Geographically weighted regression (GWR) dipilih untuk
mengidentifikasi keterkaitan lahan terbangun dengan kekritisan lingkungan.
Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk rekomendasi
prioritas startegi yang tepat dalam menghadapi kekritisan lingkungan pada lahan
terbangun. Variabel yang digunakan terdiri dari Land Surface Temperature (LST),
Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-up
Index (NDBI), lahan terbangun secara multitemporal, serta komponen strategi
perubahan iklim. Variabel tersebut diperoleh melalui pengumpulan data yang
terbagi menjadi data primer (kuisioner) dan data sekunder (studi pustaka).
Narasumber yang digunakan berasal dari instansi terkait yang turut bertanggung
jawab terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan perubahan iklim.
Hasil penelitian menunjukkan kondisi kekritisan lingkungan di Perkotaan
Jember mengalami peningkatan, terutama di pusat perkotaan. Kondisi kekritisan
lingkungan yang terjadi dipengaruhi oleh menurunnya NDVI sebesar 0,01,
meningkatnya NDBI sebesar 0,07, serta meningkatnya LST sebesar 0,36°C
sehingga kekritisan lingkungan mengalami peningkatan sebesar 2.499,36 Ha
selama sepuluh tahun. Oleh sebab itu, analisis regresi spasial menunjukkan
keterkaitan lahan terbangun dengan kekritisan lingkungan, di mana semakin besar
area terbangun, maka semakin tinggi nilai kekritisan lingkungannya. Hal ini
dibuktikan nilai R-square 5-5,8% di tahun 2015 menjadi 81-83% pada tahun 2025.
Strategi adaptasi lingkungan yang direkomendasikan untuk menanggapi kekritisan
lingkungan di Perkotaan Jember, yaitu peningkatan pelaksanaan program terpadu
bidang pekerjaan umum dan penataan ruang yang responsif terhadap dampak
perubahan iklim serta peningkatan tingkat pelayanan dan kinerja prasarana sumber
daya air dalam mendukung penyediaan air dan ketahanan pangan.
Description
Reupload Repositori File 04 Juni 2026_Kholif Basri
:: Finalisasi Repositori File 8 Juni 2026_Kurnadi
