• Login
    View Item 
    •   Home
    • UNDERGRADUATE THESES (Koleksi Skripsi Sarjana)
    • UT-Faculty of Teacher Training and Education
    • View Item
    •   Home
    • UNDERGRADUATE THESES (Koleksi Skripsi Sarjana)
    • UT-Faculty of Teacher Training and Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Identifikasi Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Berdasarkan Literasi Math-ICT dalam Menyelesaikan Soal Integral Tentu Ditinjau dari Tingkat Kemampuan Metakognisi

    Thumbnail
    View/Open
    Indira Arifiana Putr.pdf (5.704Mb)
    Date
    2017-08-10
    Author
    Putri, Indira Arifiana
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Keterampilan berpikir kritis berdasarkan literasi Math-ICT adalah keterampilan proses berpikir yang menggunakan keterampilan bernalar untuk merumuskan permasalahan, menggunakan berbagai strategi penyelesaian masalah, mengambil keputusan dari suatu pernyataan, dan menyelesaikan permasalahan matematika menggunakan software Matlab. Standar berpikir kritis berdasarkan literasi Math-ICT yang digunakan diadaptasi dari Jacob dan Sam (2008) yang terdiri dari standar klarifikasi, penilaian, inferensi, dan strategi. Keterampilan berpikir kritis berdasarkan literasi Math-ICT dapat dikembangkan tergantung pada pengalaman belajar dan juga keterampilan siswa. Kemampuan metakognisi juga mempengaruhi keterampilan siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Menurut Rahayu (2012), ada 4 tingkat kemampuan metakognisi dalam menyelesaikan suatu permasalahan, yaitu reflective use, strategic use, aware use, dan tacit use. Pengklasifikasian siswa dilakukan dengan menggunakan angket yang berpedoman pada indikator aktivitas metakognisi ditinjau dari tingkat metakognisi yang diadaptasi dari Mahromah (2013). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis siswa berdasarkan literasi Math-ICT dalam menyelesaikan permasalahan matematika ditinjau dari tingkat metakognisi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI program akselerasi dan kelas XII SMA Negeri 1 Probolinggo yang berjumlah 43 siswa. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2016/2017. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes, angket, dan wawancara. Data yang dianalisis adalah hasil tes dan wawancara setiap subjek. Subjek penelitian yang diwawancarai dipilih menggunakan teknik snowball sampling yang mewakili masingmasing tingkat metakognisi berdasarkan hasil rata-rata skor angket. Berdasarkan hasil analisis data validasi soal tes, angket, dan pedoman wawancara, diperoleh rerata (V a ) untuk soal tes matematika adalah 2,83, rerata angket pengklasifikasian siswa adalah 2,88, dan rerata (V a ) untuk pedoman wawancara adalah 2,89 sehingga intrumen soal tes, angket pengklasifikasian siswa, dan pedoman wawancara masuk katagori valid. Setelah dilakukan uji validitas, instrumen soal tes dan angket dapat digunakan. Soal tes yang telah dikerjakan dianalisis ketercapaian setiap indikator dari 4 standar berpikir kritis berdasarkan literasi Math-ICT dan dilakukan wawancara mendalam untuk mengetahui proses penyelesaian soal siswa pada setiap tingkat metakognisi yang diklasifikasikan berdasarkan rata-rata skor angket. Berdasarkan hasil tes dan wawancara, terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis berdasarkan literasi Math-ICT siswa reflective use, siswa strategic use, siswa aware use, dan siswa tacit use. Siswa reflective use dapat memenuhi semua standar berpikir kritis. Meskipun siswa reflective use tidak menyebutkan informasi pada soal dengan lengkap di lembar jawaban, namun dapat melengkapinya pada saat wawancara dan dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik. Hampir sama dengan siswa reflective use, siswa strategic use juga dapat memenuhi semua standar berpikir kritis, namun tidak menyebutkan informasi di soal dengan lengkap. Meskipun demikian, siswa strategic use dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik. Untuk siswa aware use dan tacit use, keduanya terhenti pada standar inferensi. Siswa aware use dapat memahami permasalahan dan cenderung mengetahui konsep yang digunakan, namun tidak dapat melanjutkan langkah penyelesaian. Berbeda dengan siswa aware use, siswa tacit use tidak memahami permasalahan dan tidak dapat menjelaskan langkah penyelesaian karena hanya asal menjawab untuk menyelesaikan permasalahan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, saran yang dapat diberikan adalah perlu wawancara mendalam untuk mengonfirmasi kebenaran hasil angket sehingga siswa benar-benar dapat diklasifikasikan sesuai dengan tingkat metakognisi.
    URI
    http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/81014
    Collections
    • UT-Faculty of Teacher Training and Education [15274]

    UPA-TIK Copyright © 2024  Library University of Jember
    Contact Us | Send Feedback

    Indonesia DSpace Group :

    University of Jember Repository
    IPB University Scientific Repository
    UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
     

     

    Browse

    All of RepositoryCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    Context

    Edit this item

    UPA-TIK Copyright © 2024  Library University of Jember
    Contact Us | Send Feedback

    Indonesia DSpace Group :

    University of Jember Repository
    IPB University Scientific Repository
    UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository